BNN Jawa Tengah: Solo Kota Paling Rawan Peredaran Narkoba

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kasubdit I Ditresnarkoba AKBP Ahmad Fanani (kiri) beserta jajaran menunjukkan barang bukti saat rilis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menembak mati satu orang tersangka yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan serta mengamankan barang bukti 5 kg heroin kelas I yang didapat dari salah seorang narapidana di Lapas Palembang, Sumsel. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Kasubdit I Ditresnarkoba AKBP Ahmad Fanani (kiri) beserta jajaran menunjukkan barang bukti saat rilis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menembak mati satu orang tersangka yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan serta mengamankan barang bukti 5 kg heroin kelas I yang didapat dari salah seorang narapidana di Lapas Palembang, Sumsel. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Semarang - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah Brigadir Jenderal Benny Gunawan menyebut Solo sebagai kota paling rawan peredaran narkoba di Jawa Tengah.

    Benny menyebut, Solo menjadi jalur lalu lintas peredaran narkoba karena posisinya yang berada di tengah. 

    Ia mengatakan, tahun depan bakal memprioritaskan pencegahan peredaran narkoba di daerah Solo Raya. "Solo menduduki rangking pertama di Jawa Tengah, bahkan Semarang kalah," kata Benny di Kantornya, Senin, 23 Desember 2019.
     
    Selama 2019, BNNP Jateng menggagalkan penyelundupan 62 kilogram ganja. Dari jumlah itu, 50 kilogram berasal dari wilayah Solo. "Selain sebagai kota transit juga sebagai kota tujuan narkoba," sebut dia.
     
    Selain itu, 6,6 kilogram sabu dan 486 butir ekstasi berhasil disita petugas selama 2019 di Jawa Tengah. Narkoba yang beredar di Jateng itu, menurut Benny, berasal dari jaringan internasional asal Cina, Malaysia, Eropa, Pakistan, Iran, Jerman, dan Polandia.
     
    Barang bukti itu berasal dari pengungkapan 20 kasus narkoba yang melibatkan 51 tersangka, meningkat dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 35 kasus. Saat ini, 48 tersangka telah menjalani persidangan. 
     
    Sebanyak 51 tersangka penyalahgunaan narkoba yang berhasil diamankan petugas di tahun 2019, 11 di antaranya merupakan narapidana atas perkara yang sama. Mereka mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lembaga pemasyarakatan. "Sedangkan barang bukti tindak pidana pencucian uang, BNNP Jateng telah menyita uang senilai Rp 10 miliar," sebut Benny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...