Soal Hengky Kurniawan, Sekjen PDIP: Andi Arief Ahli Menuduh

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi enteng tudingan yang dilontarkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief soal pindahnya Hengky Kurniawan ke partai banteng. Hasto menyebut Andi Arief sudah biasa menuduh.

    "Biasa, kalau Pak Andi Arief kan ahli menuduh," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Desember 2019.

    Andi Arief sebelumnya angkat bicara soal bergabungnya Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan ke PDIP. Hengky sebelumnya merupakan kader Demokrat.

    Andi menduga Hengky bergabung ke PDIP lantaran dijanjikan menjadi bupati Bandung Barat menggantikan Aa Umbara. Menurut Andi, Aa Umbara yang merupakan politikus NasDem itu diduga memiliki banyak kasus hukum.

    Andi Arief mengaku mendengar cerita itu dari Hengky. Dia bertemu Hengky saat acara penganugerahan gelar honoris causa kepada mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dari Institut Teknologi Bandung pada 25 November lalu.

    "Dijanjikan Rieke D. Pitaloka akan menjadi Bupati secepatnya karena bupati saat ini dari NasDem bermasalah dan kejaksaan bisa membantu," kata Andi melalui melalui akun Twitternya, @AndiArief_ pada Sabtu, 21 Desember 2019. Dia mempersilakan cuitan itu dikutip.

    Hasto membantah semua tudingan Andi Arief. Dia mengatakan, PDIP tidak menempuh jalan pintas dalam membangun organisasi dan mengelola kekuasaan. PDIP, kata Hasto, lebih memilih mendorong kader internal dan membangun kekuatan organik dari bawah.

    "Kami tidak punya tradisi membajak kader partai lain untuk kepentingan kekuasaan. Kami tidak punya rekam jejak untuk menggunakan hukum, kekuasaan di dalam hukum untuk kemenangan elektoral," kata Hasto.

    Hasto mengakui ada proses dialog antara partainya dan Hengky Kurniawan. Namun dia belum memastikan apakah mantan pesinetron itu sudah resmi bergabung dengan PDIP. Menurut Hasto, setiap orang yang ingin bergabung dengan partainya juga harus mengajukan surat terlebih dulu.

    "Dalam catatan saya belum, tapi saya akan lakukan cross-check," ujar dia.

    Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono sebelumnya menyatakan Hengky Kurniawan sudah bergabung dengan partainya. Kata Ono, Hengky sudah memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDIP yang diterbitkan tanggal 11 Desember 2019.

    Ono berujar partainya akan segera melakukan penyerahan KTA itu secara resmi kepada Hengky. "Tinggal mencari waktu dan tempat yang pas," ujar Ono kepada Tempo, Sabtu, 21 Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...