Megawati: Bapak Jenderal Tolong Pancasilais, Utamakan Prajurit

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Megawati Soekarnoputri memberikan pidato disaksikan Presiden Jokowi (tengah) bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) saat Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.TEMPO/Subekti.

    Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Megawati Soekarnoputri memberikan pidato disaksikan Presiden Jokowi (tengah) bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) saat Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri meminta para petinggi TNI serta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memperhatikan kebutuhan para prajurit. Ia menilai hal ini bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila.

    "Nah bapak-bapak jenderal tolong deh ber-Pancasilais. Kebutuhan para prajurit tolong diutamakan," katanya saat memimpin rapat koordinasi dan strategi pembumian Pancasila di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019.

    Megawati bercerita pengalamannya saat menjadi Presiden ke-5 Republik Indonesia. Saat operasi militer untuk menumpas Gerakan Aceh Merdeka, ia heran banyak prajurit TNI yang tewas. "Kok, anak saya mati mulu, kenapa ya?" kata Mega.

    Belakangan, kata Mega, ia baru tahu jika peralatan tempur yang diberikan kepada prajurit di Aceh tidak sesuai dengan kebutuhan. "Baru saya tahu satu batalion peralatannya cuma setengah batalion," ucap dia.

    Selain itu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini berkisah menjajal helm milik prajurit TNI. Dia menilai wajar banyak prajurit tewas lantaran helm mereka yang dianggap kurang tebal. "Helmnya tipis. Saya pakai, kayak gini kena peluru, ya, tembus. Saya tahu, karena saya perhatiin, tipis," katanya.

    Megawati berharap tidak ada lagi kejadian seperti itu saat ini. Ia pun meminta Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono yang hadir dalam rapat untuk menyampaikan kisah ini kepada Prabowo. "Nah, itu. Kasih tau itu nanti ke Mas Bowo," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.