Satu Anggota Brimob di Yahukimo Tewas, Dipicu Cekcok Soal Kencing

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menunjukkan token kasino pada rilis kasus kasino terselubung di Apartemen Robinson, Jakarta Utara, Selasa, 8 Oktober 2019. Kasino itu berada di lantai 29 dan 30 Apartemen Robinson yang merupakan ruangan VVIP. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menunjukkan token kasino pada rilis kasus kasino terselubung di Apartemen Robinson, Jakarta Utara, Selasa, 8 Oktober 2019. Kasino itu berada di lantai 29 dan 30 Apartemen Robinson yang merupakan ruangan VVIP. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan seorang anggota Brimob Polda Riau, Brigadir Hendra Saut Sibarani, tewas setelah dianiaya sekelompok warga di Yahukimo, Papua pada Rabu, 18 Desember 2019 malam.

    "Informasi yang diperoleh dari RSUD Dekai bahwa korban Brigpol Hendra Saut Sibarani dinyatakan meninggal," kata Argo saat dihubungi, Rabu, 18 Desember 2019. Hendra merupakan anggota Brimob Polda Riau yang sedang diperbantukan di Yahukimo.

    Selain Hendra, terdapat dua korban lain yang mengalami luka-luka akibat dianiaya oleh sekelompok warga yaitu Bripda Agustinus Nabu dan Nikolaus Ribo Situr. Selain korban jiwa, terdapat dua unit kendaraan yang turut dibakar massa.

    Peristiwa penganiayaan ini bermula ketika ada seorang pemuda yang buang air kecil di samping pos penjagaan Kantor Polres Yahukimo. "Salah satu anggota penjagaan atas nama Bernard Jek menegur pemuda tersebut tapi dibalas oleh pemuda dengan makian," katanya.

    Kejadian tersebut berkembang menjadi pertengkaran besar yang berujung pemukulan terhadap Kepala SPKT Bripka Toniwi Pareme dan pelemparan batu terhadap polisi.

    Setelah keributan tersebut dapat dilerai, anggota Polres Yahukimo mencari pelaku. "Anggota Polres Yahukimo yang mencari diserang masyarakat yang berada di seputaran Pasar Lama dan seketika itu anggota mengeluarkan tembakan peringatan ke arah udara," katanya.

    Akibat kejadian ini, ada kelompok masyarakat yang marah. Kelompok ini malah menyerang masyarakat umum di permukiman dan juga membakar dua unit kendaraan yang sedang lewat di jalan seputaran Kompleks Ruko Blok B.

    Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan setelah kejadian penyerangan, situasi di Kabupaten Yahukimo aman dan kondusif.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.