Jakarta Banjir, Jokowi Sebut Sedang Selesaikan 2 Waduk di Bogor

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir 20-30 cm di KM 5 Tol Kuningan (arah ke Cawang) & berimbas lalin tersendat. Twitter.com

    Banjir 20-30 cm di KM 5 Tol Kuningan (arah ke Cawang) & berimbas lalin tersendat. Twitter.com

    TEMPO.CO, Balikpapan - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menanggapi soal banjir di Jakarta yang baru-baru ini terjadi. Menurut dia, pemerintah saat ini sedang menyelesaikan pembangunan waduk di kawasan Bogor.

    "Banjir ini kita memang masih dalam proses membangun bendungan namanya Sukamahi dan Ciawi di Bogor. Selesai kira-kira akhir tahun depan," kata Jokowi dalam dialog bersama wartawan di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu, 18 Desember 2019.

    Jokowi mengatakan, jika waduk sudah selesai dibangun maka bisa mengendalikan banjir di Jakarta. Namun, kata Jokowi, program pengendalian banjir itu juga harus diiringi dengan pembersihan saluran air di Jakarta. Selain itu juga harus didukung dengan program pelebaran Sungai Ciliwung yang menyempit di Jakarta. "Manajemen pengelolaan pintu air termasuk pengerukan waduk-waduk di Jakarta," ujarnya.

    Bendungan Ciawi dan Sukamahi menjadi bagian dari proyek nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang pembangunannya direncanakan selesai pada akhir 2019, bersamaan dengan 13 bendungan lainnya. Salah satu tujuan pembangunan ini adalah untuk mencegah banjir di Jakarta untuk menahan air mengalir ke hilir.

    Sebelumnya, hujan deras mengguyur DKI Jakarta sejak siang hingga sore kemarin, Selasa, 17 Desember 2019. Akun Twitter resmi Traffic Management Center atau TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, mencatat banjir di sejumlah titik di Ibu Kota.

    Berdasarkan unggahan akun tersebut, sekitar pukul 14.18 WIB, genangan air terdeteksi di depan Gedung Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, tepatnya jalur yang mengarah ke simpang Kuningan, Jakarta Selatan setinggi 10-20 sentimeter.

     
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.