KPK Jelaskan Kaitan Kasus Novel Baswedan dengan Anti Korupsi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jakarta Selatan pada Rabu, 12 Juni 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jakarta Selatan pada Rabu, 12 Juni 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Saut Situmorang mengatakan transparansi hasil penyelidikan kasus Novel Baswedan bisa mempengaruhi persepsi publik terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.

    "Jadi kalau enggak transparan, orang akan punya pandangan macam-macam. Itu kita enggak mau," kata Saut di Jakarta Pusat hari ini, Minggu, 8 Desember 2019. "Lagi-lagi yang dipengaruhi persepsi. Persepsi rendah, maka kita dinilai negara yang tidak serius berantas korupsi."

    Menurut Saut, KPK masih menunggu Polri memberikan hasil laporan penyelidikan kasus Novel Baswedan.

    "Sudah ada tim itu, tapi nanti akan lebih intens lagi dengan pejabat Bareskrim yang baru. Lebih intens dan ada kemajuan," kata Saut Situmorang.

    Dia pun menjelaskan bahwa jika mau menaikkan persepsi pemberantasan korupsi, perlu ada upaya lanjutan oleh pemerintah untuk melihat hal-hal detail dalam mendalami kasus Novel Baswedan yang mengalami penyiraman air keras pada April 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.