RI-Australia Bahas Rencana Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bali Democracy Forum (BDF) ke-12 yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI di Nusa Dua, Bali. Sumber: dokumen Kemenlu

    Bali Democracy Forum (BDF) ke-12 yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI di Nusa Dua, Bali. Sumber: dokumen Kemenlu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Australia membahas rencana kedua negara untuk melakukan pengiriman pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) secara bersama atau co-deployment.

    Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi serta Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds dan Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mendiskusikan hal itu dalam pertemuan bersama atau "2+2" meeting di Bali, Jumat.

    "Kami juga akan membahas kemungkinan untuk pertama kali melaksanakan co-deployment dalam operasi pasukan penjaga perdamaian (peacekeeping operations) untuk PBB. Jadi ini mungkin sesuatu yang baru yang akan kami rintis, mudah-mudahan kami akan mencapai hal itu," ujar Prabowo kepada wartawan.

    Linda Reynolds menyebut rencana co-deployment tersebut sebagai bentuk pendalaman kerja sama untuk isu penjaga perdamaian, bantuan kemanusiaan, serta penanggulangan bencana.

    "Ini adalah bab baru yang sangat menarik dari relasi di bidang pertahanan kami. Indonesia adalah negara sepuluh besar yang berkontribusi dalam pengiriman pasukan penjaga perdamaian PBB, dan Australia sangat menghormati pengalaman Indonesia di bidang ini," kata Reynolds.

    Pertemuan bilateral "2+2" ini merupakan pertemuan kedua bagi Prabowo dan Reynolds dengan jabatan mereka sebagai menteri pertahanan. Sebelumnya, mereka bertemu dan berdiskusi dalam Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN-Plus di Bangkok, Thailand.

    Menurut kedua menteri pertahanan tersebut, hubungan antara Indonesia dan Australia telah terjalin dengan sangat baik.

    "Secara garis besar, hubungan keduas negara memuaskan sampai saat ini, dan kita mencari bidang-bidang baru, upaya-upaya baru untuk lebih mempererat dan meningkatkan hubungan ini karena kami memandang Australia sebagai sahabat dan mitra penting," tegas Prabowo.

    Reynolds juga menyampaikan pernyataan yang serupa, "Kita adalah rekan yang alamiah, namun bukan hanya karena tetangga dekat, melainkan karena kita juga memiliki tujuan strategis yang sama dan kita memutuskan untuk berteman."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.