Ini 12 Jenis Mobil Mewah yang Dirazia KPK dan BPRD DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seseorang mengaku sopir mobil Lamborghini menunjukkan Surat Keterangan Ijin Jalan Nopol palsu B 1756 NB dari Kepolisian Sektor Pondok Aren yang ditandatangani Aiptu Simin Syahroni, di area parkir Apartemen Regatta, Jakarta Utara, Kamis, 5 Desember 2019. Tim Koordinasi Supervisi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi mendampingi Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menemukan sebanyak 11 mobil mewah yang melanggar aturan dalam penunggakan pajak. TEMPO/Imam Sukamto

    Seseorang mengaku sopir mobil Lamborghini menunjukkan Surat Keterangan Ijin Jalan Nopol palsu B 1756 NB dari Kepolisian Sektor Pondok Aren yang ditandatangani Aiptu Simin Syahroni, di area parkir Apartemen Regatta, Jakarta Utara, Kamis, 5 Desember 2019. Tim Koordinasi Supervisi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi mendampingi Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menemukan sebanyak 11 mobil mewah yang melanggar aturan dalam penunggakan pajak. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta didampingi Tim Korsupgah Komisi Pemberantasan Korupsi merazia 12  mobil mewah yang menunggak pajak. Jumlah pajak yang belum dibayarkan oleh 12 mobil itu diperkirakan mencapai Rp 344 juta.

    "Kami melakukan razia terhadap 12 mobil yang kami temukan ternyata belum membayar (pajak) dan masuk dalam kategori mobil mewah," kata Wakil Ketua BPRD DKI Yuandi Bayak Miko seusai melakukan razia, Kamis, 5 Desember 2019.

    Razia dilakukan di area parkir Apartemen Regatta, Pluit, Jakarta Utara. Petugas menempelkan stiker berwarna merah dengan tulisan belum bayar pajak ke setiap kendaraan yang menunggak. Petugas berharap dengan penempelan stiker itu para pemilik akan segera melunasi pajaknya.

    Salah satu mobil bermerek Audi TT bahkan belum membayar pajak selama 12 tahun. Otomatis nomor kendaraan mobil itu telah mati. Selain mobil Audi, tim juga menemukan 10 mobil lainnya. Berikut ini adalah detail 12 mobil mewah penunggak pajak tersebut:

    1. Bentley Continental GT 4X4 AT
    Nomor polisi: B 33 LT
    Pemilik: PT Pebble Beach
    Tahun: 2013
    Warna: Hitam
    Nilai jual: Rp 3,092 miliar
    Pajak: Rp 63,386 juta

    2. Land Rover Jeep L.C HDTP
    Nomor polisi: B 44 LT
    Pemilik: PT Pebble Beach
    Tahun: 2013
    Warna: hitam
    Nilai jual: Rp 1,375 miliar
    Pajak: Rp 28,8 juta

    3. Mercedes Benz CLS 400 AT
    Nomor polisi: B 517 ARS
    Pemilik: pribadi
    Tahun: 2016
    Warna: putih metalik
    Nilai jual: Rp 1,249 miliar
    Pajak: Rp 25 juta

    4. Jeep Wrangler Rubicon 36
    Nomor polisi: B 1973 UJL
    Pemilik: pribadi
    Tahun: 2013
    Warna: putih
    Nilai jual: Rp 403 juta
    Pajak: Rp 8,4 juta

    5. Toyota Supra 86 0.2 AT
    Nopol: B 338 GYM
    Pemilik: Pribadi
    Warna: Putih
    Tahun: 2012
    Nilai jual: Rp 359 juta
    Pajak: Rp 7,3 juta

    6. Lexus LX570 Sport 4X4 AT
    Nopol: B 999 RNW
    Pemilik: PT Indotan Sumbawa
    Warna: Putih metalik
    Tahun: 2018
    Nilai jual: Rp 2,6 miliar
    Pajak: Rp 54,8 juta

    7. Mercedes Benz S450L (V222) AT
    Nopol: B 888 NRW
    Pemilik: PT Indotan Sumbawa
    Warna: Putih metalik
    Tahun: 2018
    Nilai jual: Rp 2,1 miliar
    Pajak: Rp 43,1 juta

    8. Mercedes Benz SLC 300 AT
    Nopol: B 1639 UAG
    Pemilik: Pribadi
    Warna: Putih
    Tahun: 2016
    Nilai jual: Rp 1,29 miliar
    Pajak: Rp 26,5 juta

    9. Audi R8 5.2 4X4 AT
    Nopol: B 111 WID
    Pemilik: Pribadi
    Warna: Putih
    Tahun: 2010
    Nilai jual: Rp 2,2 miliar
    Pajak: Rp 45,7 juta

    10. Landrover Range Rover Evoque 2.0 AT
    Nopol: B 1 AGR
    Pemilik: Pribadi
    Warna: Putih
    Tahun: 2012
    Nilai jual: Rp 429 juta
    Pajak: Rp 9 juta

    11. Mercedes Benz Jeep L.C HDTP
    Nopol: B 1 YHL
    Pemilik: Pribadi
    Warna: Hitam metalik
    Tahun: 2018
    Nilai jual: Rp 1,12 miliar
    Pajak: Rp 29,5 juta

    12 Audi
    Nopol: 8161 PM
    Pemilik: inisial AN
    Warna: abu-abu
    Tahun: -
    Nilai jual: -
    Pajak: belum bayar pajak sejak 2017


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.