Jokowi Proses Pengganti Ma'ruf Amin dan Mahfud MD di BPIP

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan LHKPN di gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan LHKPN di gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Istana Kepresidenan, Fadjroel Rachman, mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah memproses nama-nama untuk mengisi anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

    "Insya Allah segera kami isi dengan tokoh yang sesuai dengan apa yang diperlukan. Belum (ada nama yang final), semuanya masih dalam proses," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

    Fadjroel mengaku belum mengetahui kapan Jokowi akan mengumumkan anggota dewan pengarah BPIP yang baru, karena merupakan hak prerogatif presiden. Ia memastikan, Jokowi akan memenuhi permintaan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri yang ingin segera ada pengganti Mahfud MD dan Ma'ruf Amin.

    "Karena Pak Presiden menganggap BPIP ujung tombak pembinaan dan implementasi Pancasila di Indonesia. Karena dianggap, Pak Jokowi tak segan mengatakan 5 tahun ke depan selain pembangunan ekonomi, politik, tapi pembangunan ideologi menjadi prioritas juga," ujar Fadjroel.

    Megawati sebelumnya meminta Jokowi segera menunjuk anggota dewan pengarah BPIP yang baru. Pasalnya, ada dua anggota yang sudah keluar, yaitu Ma'ruf Amin yang kini menjadi Wakil Presiden dan Mahfud MD yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

    "Pak Ma'ruf diminta Pak Presiden naik pangkat jadi wapres, begitu juga Pak Mahfud diambil naik pangkat juga. Tapi mohon maaf Pak Presiden belum ada penggantinya, kami masih kurang," kata Megawati di Presidential Lecture di Istana Negara, Selasa, 3 Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.