Jubir Jokowi Ungkap Kisah Persahabatan dengan Rocky Gerung

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengamat Politik, Rocky Gerung (kanan) penuhi panggilan kepolisian terkait kasus penodaan agama di Ditkrimsus Polda Metro, Jakarta, Jumat 1 Februari 2019. Rencananya Rocky Gerung akan dimintai keterangan dan klarifikasi oleh kepolisian terkait pernyataannya yang menyebutkan `Kitab Suci Adalah Fiksi` pada acara Indonesia Lawyer Club April 2018 lalu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pengamat Politik, Rocky Gerung (kanan) penuhi panggilan kepolisian terkait kasus penodaan agama di Ditkrimsus Polda Metro, Jakarta, Jumat 1 Februari 2019. Rencananya Rocky Gerung akan dimintai keterangan dan klarifikasi oleh kepolisian terkait pernyataannya yang menyebutkan `Kitab Suci Adalah Fiksi` pada acara Indonesia Lawyer Club April 2018 lalu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Istana Kepresidenan, Fadjroel Rachman, menceritakan kisah persahabatannya dengan Rocky Gerung. Ia mengaku sudah mengenal lama Rocky dan pernah terlibat dalam satu gerakan yang dipimpin Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

    "Jadi sama-sama di Forum Demokrasi bersama dengan Gus Dur. Saya terbuka saja, ya," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

    Fadjroel mengatakan bahwa ia dekat dengan Rocky juga karena sama-sama lulusan Universitas Indonesia. Di Forum Demokrasi, Fadjroel bersama Rocky Gerung membangun kemampuan akademis, intelektual, dan mengkritik berbasis sains.

    Karena bersahabat, Fadjroel pun enggan mengomentari pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak paham Pancasila. Ia mengatakan cukup tersenyum saja.

    "Mungkin senyum saya adalah teguran," katanya. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak antikritik. Namun, Fadjroel mengingatkan agar hati-hati dan membedakan antara kritik dan fitnah.

    Rocky sebelumnya menyebut Jokowi tak paham Pancasila saat menjadi pembicara dalam program televisi Indonesia Lawyers Club (ILC), beberapa waktu lalu. Perkara ini bermula saat Rocky berbicara mengenai polemik perpanjangan izin Front Pembela Islam. Di akhir sesi bicaranya, Rocky mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak mengerti Pancasila.

    "Polisi Pancasila atau presiden juga enggak ngerti Pancasila kan, dia hapal tapi enggak paham. Kalau dia paham, dia enggak berhutang, kalau dia paham, gak naikin BPJS, kalau dia paham, dia gak langgar undang-undang lingkungan," ujar Rocky Gerung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.