Munas Golkar, JK: Jangan Bakar Duit

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rapat pengurus pleno DPP Partai Golkar, untuk penentuan waktu dan tempat Munas, di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Nelly Murni, Jakarta, Selasa 5 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Rapat pengurus pleno DPP Partai Golkar, untuk penentuan waktu dan tempat Munas, di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Nelly Murni, Jakarta, Selasa 5 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tokoh senior Partai Golkar, Jusuf Kalla atau JK, mengingatkan agar Musyawarah Nasional (Munas) kali ini tidak berlangsung transaksional alias menjadi kontestasi para pemodal merebut kursi ketua umum.

    "Saya selalu ingatkan kepada mereka, jangan bakar duitlah," ujar JK di Hotel Ambhara, Kebayoran, Jakarta pada Selasa, 3 Desember 2019.

    Menurut JK, hal-hal seperti itu sudah menjadi rahasia umum terjadi di munas-munas sebelumnya. Untuk itu, dia tidak ingin hal itu terjadi dalam munas kali ini.

    "Kita terbuka aja, jangan terjadi begitulah. Kalau itu tidak ada habis-habisnya nanti, transaksional, berbahaya. Jadi pimpinannya bukan lagi yang terbaik, tapi siapa yang paling kaya," ujar Wakil Presiden RI ke-12 ini.

    Dia mengingatkan kepada para calon ketua umum Golkar yang akan bertarung dalam Munas kali ini, bahwa dalam demokrasi pasti ada yang kalah dan menang. Untuk itu, semua pihak harus sportif.

    Munas Golkar akan dibuka malam ini. Pemilihan Ketua Umum Periode 2019-2024 menjadi agenda utama. Calon-calon yang akan bertarung. Mereka adalah Ridwan Hisjam; Ali Yahya, Achamad Annama, Indra Bambang Utoyo, Agun Gunandjar Sudarso, Derek Lopatty dan Airlangga Hartarto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.