Ganjar Pranowo Dukung Rencana Ujian Nasional Dihapus

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan pembekalan kepada anggota DPRD Jawa Tengah di Griya Persada Convention Hotel Bandungan, Semarang pada Senin, 11 November 2019.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan pembekalan kepada anggota DPRD Jawa Tengah di Griya Persada Convention Hotel Bandungan, Semarang pada Senin, 11 November 2019.

    TEMPO.CO, Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berencana akan menghapus ujian nasional. Dia meminta pemerintah menyiapkan secara matang rencana itu dan mensosialisasikan kepada masyarakat.
     
    Namun, Ganjar meminta pemerintah menyiapkan instrumen lain untuk mengukur kemampuan siswa sebagai pengganti ujian nasional. "Sehingga kita bisa mengerti Indonesia yang gede-nya luar biasa ini. Untuk mengukur tingkat pemahaman, pengetahuan, literasi, kemampuan, dan sebagainya," kata dia, Kamis, 28 November 2019.
     
    Menurut dia, selama ini ujian nasional membebani proses belajar siswa. Meski tak lagi menjadi penentu kelulusan, ujian nasional tetap menguras perhatian setiap elemen pendidikan. "Ujian nasional itu bikin lelah betul, bagi siswa, guru, dan orangtua," sebut Ganjar.
     
    Pelaksanaan ujian nasional selama ini juga dibumbui praktis tak etis untuk mengejar hasil maksimal. Praktik tersebut berlawanan semangat pendidikan untuk membentuk karakter siswa. Marak terjadi jual beli soal ketika ujian nasional yang melibatkan siswa maupun guru.
     
    "Sudah pernah kejadian, demoralisasi terjadi di sana," kata Ganjar. Menurut dia, pola evaluasi pendidikan siswa dapat menggunakan pemahaman keilmuan yang bisa dipraktikkan. Sehingga kombinasi antara otak kiri dan kanan menjadi seimbang.
     
    "Jangan-jangan ujiannya tidak multiple choice, jangan-jangan ditanya mengapa itu terjadi. Maka anak diajak berpikir lebih komprehensif," tutur Ganjar.
     
    Dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru lalu, nilai ujian nasional tak lagi digunakan sebagai kriteria. Penerimaan siswa baru mengacu pada zonasi tempat tinggal calon siswa dengan lokasi sekolah. 
     
    Menurut Ganjar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memiliki momentum, pengalaman, dan imajinasi untuk perubahan pendidikan Indonesia. Presiden Joko Widodo juga memberikan ruang kepada Nadiem untuk melakukan perubahan. "Hari ini revolusi pendidikan harus dilakukan, jangan mundur. Jawa Tengah siap menjadi pilot project," kata Ganjar.
     
    JAMAL A. NASHR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.