Risma Disebut Sering ke Luar Negeri, Pemkot: Tak Pakai APBD

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berada di atas kendaraan tempur menyapa warga ketika melintasi Gedung Negara Grahadi saat Parade Juang Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 9 November 2019. Parade tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Pahlawan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berada di atas kendaraan tempur menyapa warga ketika melintasi Gedung Negara Grahadi saat Parade Juang Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 9 November 2019. Parade tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Pahlawan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya Febriandhitya Prajatara tak memungkiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma sering bepergian ke luar negeri. Namun dia menggaransi bahwa kunjungan wali kota perempuan pertama di Surabaya itu ke mancanegara tak menguras anggaran pendapatan dan belanja daerah.

    Sebab, kata Febri, mayoritas akomodasi Risma selama ke luar negeri ditanggung oleh pihak pengundang. “Bahkan tak jarang pula akomodasi beliau ditanggung oleh UCLG Aspac (The United Cities and Local Governments Asia Pacific) karena juga menjabat Presiden UCLG Aspac,” kata Febri dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 November 2019.

    Pernyataan Febri menanggapi berita di sebuah media lokal bahwa Risma merupakan kepala daerah di Jawa Timur yang paling sering pergi ke luar negeri. Selama 2019 ini Risma disebut telah 14 kali ke luar negeri, disusul Wali Kota Malang 5 kali, serta Bupati Jember dan Bupati Sidoarjo 4 kali. Bahkan dalam sebulan, Risma bisa pergi ke luar negeri sebanyak empat kali. Saat ini Risma tengah melawat ke Afrika Selatan menghadiri Kongres UCLG World.

    Namun, menurut Febri, sebenarnya Risma hanya 9 kali pergi ke luar negeri pada tahun ini karena ada beberapa agenda yang batal dihadiri. Di antara acara yang batal dihadiri itu ialah rencana kunjungan ke San Fransisco, Amerika pada 21-26 Agustus lalu karena Risma sedang sakit.

    Adapun dari 9 kali lawatan Risma ke luar negeri itu, ujar Febri, semuanya merupakan undangan, bukan inisiatif yang bersangkutan. Misalnya pada 19 Februari lalu Risma pergi ke New York, Amerika, karena diundang Presiden Majelis Umum PBB dan Direktur FAO.

    Selain itu dalam kapasitasnya sebagai Presiden UCLG Aspac, Risma pernah berkunjung ke Yi Wu, Tiongkok (21-24 Mei); Makati, Filipina (4-7 September); New York, Amerika (24-25 September); dan Cologne, Jerman (15-18 Oktober). Dalam waktu dekat Risma juga akan ke Turki karena memenuhi undangan Partai Pembangunan dan Keadilan untuk memperingati Hari Hak Perempuan.

    Anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan Baktiono berujar seringnya Risma ke luar negeri merupakan konkesuensi dari jabatannya sebagai Presiden UCLG Aspac. Sehingga pemikiran dan implementasi konsep-konsep Risma dalam menata lingkungan, kata Baktiono, dibutuhkan oleh negara-negara lain.

    Bukti nyata kiprah Risma di dunia internasional, tutur Baktiono, ialah Surabaya dipercaya sebagai tuan rumah pertemuan UN Habitat beberapa waktu lalu. “Mengapa meributkan Bu Risma sering ke luar negeri? Yang penting perginya itu bukan untuk kluyuran (main-main). Dan masalah-masalah dasar di Surabaya, seperti kesehatan dan pendidikan, sudah relatif selesai,” kata Baktiono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.