PKB: Ulama Sudah Dihormati, Tak Perlu Buat RUU Perlindungan Agama

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ulama dari Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB didatangkan untuk menenangkan dan membubarkan massa yang masih bertahan di sekitar kawasan Slipi, Jakarta Barat, Rabu malam, 25 September 2019. TEMPO | IMAM HAMDI

    Ulama dari Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB didatangkan untuk menenangkan dan membubarkan massa yang masih bertahan di sekitar kawasan Slipi, Jakarta Barat, Rabu malam, 25 September 2019. TEMPO | IMAM HAMDI

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari PKB, Marwan Dasopang menolak wacana pembentukan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Ulama, seperti yang diusulkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    "Kebanyakan undang-undang kita ini. Ulama itu sudah dihormati, ada tempatnya masing-masing, ada majelis ulama dan lain-lain. Sudah lah, kita ini negara hukum, bukan negara undang-undang," ujar Marwan saat ditemui Tempo di Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin, 18 November 2019.

    Di negara hukum, ujar Marwan, semua orang berkedudukan sama dan berhak mendapatkan hak yang sama. "Memangnya kalau ulama melakukan kesalahan tidak boleh dihukum?" ujar dia.

    PKS sebelumnya mengusulkan dibentuknya RUU Perlindungan Ulama, Tokoh Agama, dan Simbol-simbol Agama. Presiden PKS Sohibul Iman meminta fraksi PKS di DPR mengawal rencana ini agar masuk program legislasi nasional (prolegnas).

    "Di pembahasan prolegnas kami akan perjuangkan," kata Sohibul di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu, 16 November 2019.

    Sohibul mengakui beleid ini diusulkan salah satunya lantaran masalah yang menjerat pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. "Ya kalau masalah kepulangan Habib Rizieq saya kira ini, ya, merupakan konsekuensi logis dari perlindungan ulama tadi," ujarnya.

    Meski begitu Sohibul mengatakan aturan itu bukan demi kepentingan jangka pendek semata. Sebab, beleid itu mencakup seluruh tokoh agama, bukan cuma Islam. "Nanti ini tentu jadi agenda tersendiri dan tentu saja kami semua berkomitmen bahwa tokoh-tokoh agama apa pun harus mendapatkan perlindungan dari negara, termasuk Habib Rizieq," kata Sohibul.

    DEWI NURITA I BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.