Kasus Penembakan, Anak Bupati Majalengka Diperiksa Polisi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. annahar.com

    Ilustrasi penembakan. annahar.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka Ajun Komisaris Wafdan Muttaqin mengatakan, saat ini tersangka penembakan berinisial IN yang merupakan anak Bupati Majalengka, Karna Sobahi, sedang diperiksa dan memenuhi panggilan.

    "Yang bersangkutan sudah datang memenuhi panggilan kami," kata Muttaqin, di Majalengka, Jumat, 15 November 2019.

    IN sedang dalam proses pemeriksaan oleh Unit Pidana Umum Polres Majalengka. Pemeriksaan ini untuk mengatahui semua yang disangkakan kepada IN.

    IN datang ke Kantor Polres Majalengka, Jumat 15 November 2019 sekitar pukul 14.00 WIB. Dia datang melalui pintu samping ruang penyidikan.

    Penasihat Hukum tersangka IN, Dadan Taufik mengatakan kliennya akan kooperatif dengan aparat Kepolisian dan akan menyampaikan keterangan yang semestinya.

    "Klien kami akan kooperatif (dalam menghadapi kasus yang sedang menjeratnya)," katanya.

    Sebelumnya, pada Selasa, 12 November 2019, Polres Majalengka menangani kasus penganiayaan disertai dengan penembakan yang diduga dilakukan oleh IN terhadap pengusaha kontraktor bernama Panji Pamungkasandi.

    Kejadian penganiayaan dan penembakan tersebut terjadi pada Ahad, 10 November 2019 sekitar pukul 23.30 WIB di depan ruko, jalan Cigasong-Jatiwangi, Majalengka.

    IN ditetapkan tersangka atas aksi penembakan dan kepemilikan senjata api. Polisi menjerat dengan pasal 170 KUHP juncto UU Nomor 12/1951.

    Seperti diketahui, IN merupakan anak Bupati Majalengka Karna Sobahi yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.