KPK Cecar Politikus Golkar Himawan Buchari Proyek di Medan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Medan Dzulmi Eldin (tengah) digiring petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. Dzulmi Eldin terjaring OTT KPK terkait dugaan suap dari dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Wali Kota Medan Dzulmi Eldin (tengah) digiring petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. Dzulmi Eldin terjaring OTT KPK terkait dugaan suap dari dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa anggota DPRD Sumatera Utara Akbar Himawan Buchari untuk mendalami proyek-proyek yang ada di Medan. Proyek-proyek tersebut ditanyakan kepada politikus Partai Golkar ini, kala diperiksa pada Kamis, 14 November 2019.

    "Terhadap saksi Akbar Himawan, KPK mendalami pengetahuannya tentang proyek-proyek di Kota Medan," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis, 14 November 2019.

    Selain proyek, penyidik KPK juga mencecar Akbar soal komunikasi yang dia lakukan dengan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin. "Dan komunikasi yang dilakukan saksi dengan Walikota Medan sebelumnya," kata Febri.

    KPK memeriksa Akbar sebagai saksi dalam kasus suap Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin. Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, Kepala Dinas PUPR Medan Isa Ansyari. Meski menjabat sebagai anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Akbar diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pengusaha.

    Akbar diketahui pernah terpilih menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Peng­u­saha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatra Utara pada 2014. KPK telah mencegah Akbar untuk berpergian ke luar negeri selama enam bulan. Kediamannya juga sempat digeledah oleh KPK pada 31 Oktober 2019.

    Dalam perkara ini, KPK menduga Dzulmi menerima sedikitnya Rp 380 juta dalam berbagai kesempatan sejak Isa dilantik menjadi Kepala Dinas PUPR pada 6 Februari 2019. Uang itu dipakai untuk membayar tunggakan perjalanan dinas ke Jepang. Selain itu, KPK juga tengah mendalami penerimaan lainnya terkait proyek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.