Jokowi Dijadwalkan Buka Munas Kagama XIII di Bali Besok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara reuni akbar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) 2018 di Jakarta Convention Center, Sabtu, 22 September 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara reuni akbar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) 2018 di Jakarta Convention Center, Sabtu, 22 September 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan membuka Musyawarah Nasional XIII Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada atau Kagama di Sanur, Kota Denpasar, Bali pada Jumat, 15 November 2019.

    "Kami berharap Beliau (Presiden-red) hadir dalam pembukaan Munas sebagai Presiden Republik Indonesia sekaligus sebagai alumni UGM," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama sekaligus Ketua Umum Munas XIII Kagama Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana, di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis 14 November 2019.

    Panitia sangat berharap Presiden Jokowi hadir dalam Munas XIII Kagama, meskipun, kata Ari, disadari agenda orang nomor satu di Indonesia itu sangat padat.

    "Baru kemarin beliau mengumpulkan para gubernur, bupati/wali kota, DPRD, Pangdam, Kapolda, Danrem, Kejati dalam satu forum. Dalam rentang waktu sebulan ini memang beliau lebih fokus untuk menyampaikan apa yang menjadi visi, apa yang harus dikerjakan secara solid ke depan. Dalam bahasa beliau, jangan sending-sending saja, tetapi harus delivered, itu harus satu garis lurus antara pemerintah pusat, menteri, dan pemerintah daerah," ucapnya.

    Munas Kagama yang berlangsung dari 14-17 November mendatang ini mengangkat tema "Kagama Bersinergi untuk Indonesia Maju". Selain rencananya dihadiri Presiden, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju yang juga anggota Kagama direncanakan hadir. Misalnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

    "Melalui Munas ini kami ingin memberikan sumbangan gagasan dan berkontribusi untuk Indonesia Maju, jadi kami tidak hanya berbicara untuk konsolidasi organisasi dan pemilihan ketua umum," ujarnya.

    Menurut Ari, Indonesia punya modal SDM untuk bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Namun, sebelumnya kita pernah terlena dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, padahal sumber daya alam itu semakin lama jumlahnya akan menurun.

    "Oleh karena itu, dalam Munas Kagama kali ini sengaja mengangkat topik penyiapan SDM dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0. Dari tema besar yang sudah kami tentukan ini, sebelumnya juga telah dilaksanakan seminar nasional di empat kota, empat pulau yakni di Semarang, Balikpapan, Manado, dan Medan dengan mengangkat tema yang terkait seperti reformasi ketenagakerjaan, reformasi kesehatan hingga kewirausahaan," ucapnya.

    Dalam Munas yang rencananya dihadiri 621 peserta yang sudah mengonfirmasi dan sudah memegang mandat, juga akan dihasilkan Garis-Garis Besar Haluan Kagama (GBHK) yang ingin dicapai untuk lima tahun ke depan.

    "Kami memperoleh warisan historis dan pondasi nilai-nilai kekeluargaan dan kebangsaan semasa kuliah. Sebagai alumni kami tidak berhenti pada guyub dan rukun, tetapi tentu turut memberikan kontribusi pada bangsa, yakni maju bersama untuk Indonesia Maju," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.