Gempa Pangandaran Sabtu Pagi Berkekuatan M=4,1

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pusat gempa tektonik bermagnitudo 4,7 di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis 21 Maret 2019. (BMKG)

    Pusat gempa tektonik bermagnitudo 4,7 di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis 21 Maret 2019. (BMKG)

    TEMPO.CO, Bandung- Gempa tektonik bermagnitudo 4,1 kembali mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu pagi pukul 08:19:39 WIB. BMKG menyatakan gempa Pangandaran tidak berpotensi tsunami.

    Sumber gempa berada di koordinat 8.2 LS - 107.89 BT. “Tepatnya berada di laut pada jarak 86 kilometer barat daya Pangandaran,” kata Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho, Sabtu 9 November 2019 melalui keterangan tertulis.

    Gempa Pangandaran tergolong dangkal dengan kedalaman 26 kilometer. “Akibat aktivitas zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menyelusup menunjam ke bawah lempeng Eurasia,” ujar Hendro.

    Lindu dirasakan di wilayah Pangandaran dengan skala intensitas II - III MMI. Getaran terasa di dalam rumah seperti ada truk yang lewat.

    Sebelumnya pada Jumat sore 1 November lalu Pangandaran diguncang gempa bermagnitudo 4,9 pada pukul 15.38 WIB. Sumber gempa berkoordinat 8.16 LS - 107.89 BT, tepatnya berada di laut pada jarak 84 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran. Sumber gempa berkedalaman 31 kilometer.

    Sehari sebelumnya Kamis pagi 31 Oktober gempa Pangandaran bermagnitudo 4,8 mengguncang hingga Cilacap, Jawa Tengah. Beberapa warga juga melaporkan guncangan gempa di Tasikmalaya dan Ciamis.

    Lokasi sumber gempa berada di titik koordinat 8.23 LS - 108.25 BT. Tepatnya di laut berjarak 64 kilometer arah barat daya Kabupaten Pangandaran.

    Sumber gempa Pangandaran di kedalaman 31 kilometer. Tergolong dangkal, gempa akibat aktivitas di bagian intraslab lempeng Eurasia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.