Kubu Bamsoet Minta Siapa Pun Tak Intervensi Internal Golkar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejatinya, GBHN merefleksikan kearifan negara melihat dan membaca kebutuhan sekarang dan tantangan di masa depan yang akan dihadapi generasi muda.

    Sejatinya, GBHN merefleksikan kearifan negara melihat dan membaca kebutuhan sekarang dan tantangan di masa depan yang akan dihadapi generasi muda.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kubu pendukung Bambang Soesatyo alias Bamsoet meminta agar pihak luar tak mengintervensi internal Partai Golkar dalam pemilihan ketua umum di musyawarah nasional yang akan datang. Politikus Golkar Ahmadi Noor Supit mengatakan, partainyalah yang paling tahu siapa yang dibutuhkan sebagai ketua umum.

    "Kalau di luar Golkar jangan intervensi kami. Kami tahu persis siapa yang pantas memimpin, siapa yang harus memimpin," kata Supit di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 7 November 2019.

    Hal ini disampaikan Supit merespons pernyataan Presiden Joko Widodo dalam perayaan HUT ke-55 Partai Golkar kemarin malam. Dalam pidato sambutannya, Jokowi memuji Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai figur yang top.

    Jokowi juga mengaku yakin Airlangga bisa menjalankan tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dengan baik. Oleh kubu Airlangga, pernyataan itu dianggap sebagai sinyal dukungan dan restu.

    Supit tak menjawab saat ditanya apakah restu Istana penting dalam pencalonan ketua umum di munas nanti. Namun dia menegaskan, internal Golkar-lah yang paling mengerti kebutuhan partai. Dia mengatakan hal ini tak boleh diganggu oleh siapa pun.

    "Kalau dia kader Partai Golkar mau dari tingkat RT, desa sekalipun, dia boleh bicara soal Partai Golkar. Tapi kalau di luar Partai Golkar, jangan intervensi kami," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.