Surya Paloh Disindir Jokowi, Nasdem Anggap Bentuk Kedekatan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Nasdem Surya Paloh bersalaman dengan Presiden PKS Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum Nasdem Surya Paloh bersalaman dengan Presiden PKS Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai NasDem, Saan Mustopa menyebut, partainya tidak merasa tersindir dengan pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara perayaan HUT Partai Golkar di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu malam, 6 November 2019.

    Dalam acara itu, Jokowi menyinggung pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman. Jokowi menyebut wajah Surya terlihat lebih cerah karena habis berangkulan dengan Sohibul. Jokowi menilai rangkulan itu bukanlah rangkulan biasa.

    Saan menilai, pernyataan itu hanya guyonan. "NasDem enggak merasa tersindir. Bahkan, NasDem memahami ini bentuk kedekatan saja," ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 7 November 2019.

    Surya dan Sohibul bertemu pada Rabu, 30 Oktober 2019 di Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Usai bertemu keduanya mengekspresikan kedekatannya dengan berangkulan.

    Presiden Jokowi mengaku cemburu dengan kemesraan Surya dan Sohibul. "Saya tidak tahu maknanya tapi rangkulannya tidak biasa. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu," ujar mantan gubernur DKI Jakarta ini.

    Jokowi bercerita, telah menanyakan maksud pertemuan Surya dengan petinggi PKS itu. "Saya tanya, ada apa, tapi jawabnya lain waktu. Saya tanya dong, karena beliau masih di koalisi pemerintah," kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.