Alasan Polri Sebut Abu Rara Terafiliasi Kelompok JAD

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan saat rilis kasus narkotika jaringan internasional di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan saat rilis kasus narkotika jaringan internasional di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan Syahrial Alamsyah alias Abu Rara bahwa ia tak terafiliasi dengan jaringan teroris manapun termasuk jamaah ansharut daulah atau JAD direspons Mabes Polri.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menjelaskan, Abu Rara memang tidak secara struktur organisasi tergabung dalam JAD. Kendati demikian, dalam media sosial mereka terhubung dan memiliki struktur.

    "Secara virtual mereka sangat aktif karena dia telah membaiatkan diri ke ISIS melalui kelompok JAD Bekasi secara virtual," kata Dedi melalui keterangan tertulis, Senin, 4 November 2019.

    Dedi membeberkan, Abu Rara pernah berkomunikasi secara langsung dengan Abu Zee. Namun komunikasi tersebut hanya sekali terjadi.

    "Secara organisasi struktural lapangan hanya pernah sekali saja bersentuhan dengan kelompok JAD Bekasi pimpinan Abu Zee," ucap Dedi.

    Sebelumnya, dalam wawancara khusus Majalah Tempo Abu Rara menegaskan bahwa dirinya tak bergabung dengan jaringan kelompok teroris manapun. Kendati demikian ia mengakui jika dirinya memiliki pemahaman yang serupa dengan jaringan kelompok teroris.

    "Saya tidak bergabung dengan kelompok manapun. Kalau sepemahaman, mungkin iya," ucap Abu Rara seperti dikutip dalam laporan Majalah Tempo edisi 4 November 2019.

    Kepolisian sebelumnya menyebut Abu Rara terafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. Sebab dia berguru kepada Abu Zee, pimpinan JAD Bekasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.