Begini Alasan Nasdem Undang Anies Baswedan ke Kongres

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) bersalaman bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di sela keterangan pers usai menggelar pertemuan di DPP NasDem, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. Pertemuan tertutup itu berlangsung hampir dua jam di Gedung DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) bersalaman bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di sela keterangan pers usai menggelar pertemuan di DPP NasDem, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. Pertemuan tertutup itu berlangsung hampir dua jam di Gedung DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, mengatakan partainya akan mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke acara kongres partainya pada pekan depan. Anies, kata Willy, sudah mengkonfirmasi bakal hadir.

    Willy menuturkan pihaknya mengundang Anies lantaran kongres NasDem berlangsung di Jakarta. Anies akan memberikan sambutan dan ucapan selamat datang di hari pembukaan kongres, pada 8 November 2019.

    "Sebagai kepala daerah mengatakan welcome to the jungle, selamat datang ke Ibu Kota negara itu suatu hal yang wajar," kata Willy di di Kedai Sirih Merah, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.

    Selain berstatus sebagai gubernur, kata Willy, Anies diundang karena dia salah satu dekralator terbentuknya ormas NasDem. Kepala daerah lain yang diundang NasDem adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

    "Mas Anies dan Bu Khofifah itu dua-duanya deklarator Nasional Demokrat. Jadi mereka memiliki kedekatan secara kultural dan emosional dengan Partai NasDem," tuturnya.

    Meski Anies menjadi tamu spesial, Willy membantah jika partainya bakal mendeklarasikan mengusung mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu untuk maju di pemilihan presiden 2024. "Masih jauh. Belanda masih jauh," kata Willy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.