Bahlil Lahadalia Tegaskan Sudah 10 Tahun Keluar dari Golkar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bahlil Lahadalia tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Bahlil Lahadalia tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membantah jika ia kader Partai Golkar. "Oh, enggak," katanya usai dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Ia menjelaskan pernah menjadi kader Golkar. Namun sudah lama meninggalkan partai berlambang Pohon Beringin tersebut. "Itu dulu, dulu, dulu, sudah 10 tahun lebih (keluar)," ujar Bahlil.

    Menurut Bahlil, ia terpilih menjadi Kepala BKPM bukan diutus oleh Partai Golkar melainkan keputusan dari Jokowi sendiri. "Iya, saya (dipilih) sebagai (kalangan) profesional," ucap mantan ketua umum HIPMI ini.

    Afiliasi politik Bahlil dengan Golkar tertulis di salah satu laman ensiklopedia. Tangkapan layar dari profil Bahlil ini pun tersebar di aplikasi pesan singkat WhatsApp.

    Adapun di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Partai Golkar menempatkan sejumlah tokohnya di jajaran kursi menteri. Mereka adalah Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainuddin Amali, dan Luhut Binsar Pandjaitan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.