Sekjen NasDem Pastikan Partainya Tetap di Koalisi Jokowi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate membantah kabar bahwa partainya akan menjadi oposisi atau keluar dari koalisi Jokowi.

    Johnny memastikan NasDem akan tetap berada dalam pemerintahan dan menjadi Koalisi Jokowi.

    "NasDem pengusung utama (Jokowi di) pilpres dan akan mengawal kebijakan pemerintah sampai akhir periode pemerintahan 2024," ujarnya kepada Tempo hari ini, Senin, 21 Oktober 2019.

    Menurut dia, NasDem hanya akan memainkan posisi kritis konstruktif jika checks and balances di DPR RI tidak berjalan dengan baik. Fungsi pengawasan parlemen tak akan berjalan jika hampir semua partai merapat ke koalisi Jokowi.

    Kabar bahwa NasDem akan menjadi oposisi alias keluar dari koalisi partai-partai pendukung Jokowi  muncul dari sinyal-sinyal yang diberikan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Dia mengkritik partai-partai oposisi yang merapat ke Jokowi.

    "Kalau tidak ada lagi yang beroposisi, demokrasi berarti sudah selesai. Negara sudah berubah menjadi otoriter atau monarki. Kalau enggak ada yang oposisi, biar NasDem saja yang oposisi," ujar Surya Paloh bernada menyindir di Kompleks Parlemen, Senayan pada Ahad lalu, 20 Oktober 2019.

    Surya Paloh menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Presiden Jokowi untuk menerima atau menolak partai-partai itu. "Saya pikir sudah dihitung tentunya. Otorisasi ada di tangan Presiden. Kan, ini sistem kita presidensial."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.