NasDem Sebut Viktor Laiskodat Tolak Masuk Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menghadiri peresmian Bendungan Rotiklot di Belu, Atambua, NTT, Senin, 20 Mei 2019. Dalam acara tersebut, Jokowi turut didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pratikno, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Belu Willy Lay. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Presiden Jokowi menghadiri peresmian Bendungan Rotiklot di Belu, Atambua, NTT, Senin, 20 Mei 2019. Dalam acara tersebut, Jokowi turut didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pratikno, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Belu Willy Lay. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Ali mengatakan bahwa Gubernur NTT Viktor Laiskodat menolak jadi Menteri di Kabinet Jokowi Jilid II.

    Alasannya, Viktor merasa masyarakat NTT lebih membutuhkan dirinya ketimbang Jokowi. "Dia merasa NTT lebih membutuhkan dia saat ini, ditambah lagi penolakan masyarakat yang tidak menghendaki beliau meninggalkan NTT," ujar Ali saat dihubungi Tempo pada Senin, 21 Oktober 2019.

    Ali tidak mendetailkan bagaimana Viktor menolak lamaran Jokowi. "Saya yakin Pak Jokowi sudah tahu, karena beliau punya banyak telinga di mana-mana," ujar dia.

    Sebelumnya, santer terdengar, Viktor bakal menjadi salah satu menteri Jokowi. Menurut Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G. Plate, Viktor cocok menjadi menteri apapun untuk Jokowi.

    "Kalau Pak Viktor jadi Menteri LHK atau menteri lainnya, gubernur NTT ini sudah tahu Jakarta. Sudah tahu landscape politik Jakarta. Mau ditaruh dimana saja siap," ujar Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan pada Ahad, 20 Oktober 2019.

    Sampai sore ini, belum ada kader dari Partai NasDem yang dipanggil ke Istana. Seperti diketahui, hari ini Jokowi memanggil satu per satu calon menterinya. Ali juga enggan membocorkan siapa kadernya yang akan diajukan sebagai menteri, sebagai pengganti Viktor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.