Jokowi Terima Pemimpin Negara Sebelum dan Sesudah Pelantikan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Istana Negara, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. Pimpinan MPR mengantarkan surat undangan pelantikan presiden dan wakil presiden 20 Oktober mendatang. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Istana Negara, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. Pimpinan MPR mengantarkan surat undangan pelantikan presiden dan wakil presiden 20 Oktober mendatang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelantikan Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia 2019-2024 di Gedung Parlemen, Senayan, hari ini, Ahad, 20 Oktober 2019, bakal dihadiri ratusan tamu negara. Pelantikan Presiden Jokowi juga akan kedatangan sejumlah pemimpin negara sahabat.

    Majelis Permusyawaratan Rakyat menyebar 1.100 undangan yang ditujukan untuk 711 anggota MPR, ratusan duta besar, dan tamu lainnya. "Duta besar sekitar 100 lebih,” kata Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Ma'ruf Cahyono.  Ada juga undangan untuk ketua lembaga, dan lain-lain sebanyak lebih dari 100-an undangan. Di balkon ada korps musik.

    Pertemuan antara Jokowi dan para pemimpin negara, kepala pemerintahan, serta utusan khusus negara-negara sahabat dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pagi ini sebelum pelantikan presiden. Sedangkan sesi kedua dimulai malam nanti.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun setidaknya Jokowi akan kedatangan 13 tamu negara. Mereka yang hadir ke Istana sebelum pelantikan antara lain Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Australia Scott Morrison beserta istri, Perdana Menteri Republik Singapura, Y.M. Lee Hsien Loong beserta istri, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Raja Eswatini Mswati III beserta istri.

    Adapun yang akan menemui Jokowi setelah pelantikan adalah Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Y.M. Wang Qishan.Wakil Presiden Republik Sosialis Viet Nam, ng Th Ngc Thnh, Wakil Presiden Republik Uni Myanmar, Y.M. Henry Van Thio, Utusan Khusus Presiden Republik Korea, Noh Young-min; Utusan Khusus Presiden Filipina, Theodoro Locsin Jr; Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang, Nakayama Norihiro; Utusan Khusus Presiden Persatuan Emirat Arab, Nahyan Mabarak Al Nahyan; dan Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat, Elaine L. Chao.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.