Anak Penusuk Wiranto Masuk Program Deradikalisasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti usai menggeledah kontrakan terduga teroris berinisial NAS dari kelompok Abu Zee Al Baghdadi di Kampung Rawa Kalong, Bekasi, Ahad, 13 Oktober 2019. NAS merupakan anggota kelompok JAD Bekasi bersama Abu Rara, penyerang Menkopolhukam Wiranto dan Abu Zee yang telah ditangkap pada 23 September lalu. ANTARA/Arisanto

    Personel Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti usai menggeledah kontrakan terduga teroris berinisial NAS dari kelompok Abu Zee Al Baghdadi di Kampung Rawa Kalong, Bekasi, Ahad, 13 Oktober 2019. NAS merupakan anggota kelompok JAD Bekasi bersama Abu Rara, penyerang Menkopolhukam Wiranto dan Abu Zee yang telah ditangkap pada 23 September lalu. ANTARA/Arisanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian akan mengikutkan anak Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, pelaku penyerangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, ke dalam program deradikalisasi.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra mengatakan, anak Abu Rara akan diberikan edukasi dan kesadaran kembali selama menjalani deradikalisasi.

    "Putri dari Abu Rara dengan inisial RA (14 tahun), saat akan diberikan edukasi, kesadaran kembali terhadap doktrin-doktrin yang keliru yang selama ini diberikan," kata Asep di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 18 Oktober 2019. 

    Saat ini, RA, kata Asep, berada di Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Handayani, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

    Abu Rara mengajak serta anaknya untuk ikut melaksanakan aksi pada 10 Oktober 2019 lalu. Abu Rara bahkan sudah memberikan pisau kepada anaknya.

    "Anaknya sudah diberikan pisau dan diperintahkan Abu Rara untuk melakukan serangan teroris ke polisi. Tapi anaknya takut, mengurungkan niat," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo pada17 Oktober 2019. 

    Berdasarkan keterangan Abu Rara kepada penyidik, kata Dedi, ia memang mengajarkan paham radikal yang ia pelajari kepada sang anak. Namun, Dedi tak menjelaskan secara gamblang identitas anak Abu Rara yang disebutnya masih di bawah umur itu serta keberadaannya. 

    Abu Rara memang telah menyiapkan tiga pisau kunai untuk aksinya. Dua pisau untuk dipakai Abu Rara dan sang istri, Fitri Andriana menusuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dan Kepala Kepolisian Sektor Menes Komisaris Dariyanto di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten. Sedangkan satu lagi diberikan ke anaknya.

    "Pemeriksaan Abu Rara, senjata yang digunakan serang Wiranto ada tiga, satu digunakan Abu Rara, satu istrinya dan satu anaknya. Ini masih didalami," ujar Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.