Ace Hasan Harap Jokowi Beri Kursi Menteri Sosial ke Golkar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily saat mengumumkan pemberhentian Erwin Aksa dari jabatannya di struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar karena mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pemilihan presiden 2019 di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat pada Selasa, 19 Maret 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily saat mengumumkan pemberhentian Erwin Aksa dari jabatannya di struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar karena mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pemilihan presiden 2019 di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat pada Selasa, 19 Maret 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, mengatakan partai sudah bekerja maksimal mewujudkan program Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kementerian Sosial.

    Ia meyakini Jokowi akan menilai kinerja Golkar itu secara objektif. “Kami yakin Pak Jokowi akan obyektif untuk menilai selama ini Kementerian Sosial dipegang kader Partai Golkar telah bekerja secara maksimal untuk mewujudkan program-program Pak Jokowi,” kata Ace saat dihubungi, Jumat 18 Oktober 2019.

    Golkar menjabat menteri sosial sejak Khofifah Indar Parawansa mengundurkan diri pada 17 Januari 2018 untuk mengikuti Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Khofifah digantikan oleh Idrus Marham.

    Idrus hanya menjabat selama delapan bulan, sebelum mundur karena dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia kemudian digantikan Agus Gumiwang Kartasasmita pada 24 Agustus 2019.

    Meski demikian, Ace mengatakan soal kabinet tetap hak prerogatif presiden. Ia meyakini Jokowi akan menentukan komposisi dan figur yang dibutuhkan untuk bekerja sesuai dengan visi, misi, dan program yang telah dirumuskan dalam Nawacita jilid kedua.

    “Partai Golkar sendiri sangat percaya bahwa Pak Jokowi memiliki penilaian yang sangat obyektif untuk memilih mana figur yang tepat dalam membantu beliau untuk mengisi portofolio kabinet yang dibutuhkan bangsa ini,” ucapnya.

    Posisi Golkar, kata Ace, hanya memberikan nama-nama kader sesuai dengan portofolio kabinet yang dikehendaki Presiden. Ia percaya Jokowi akan menempatkan kader-kader Golkar di pos kementerian yang sesuai dengan kemampuannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.