Ditanya Soal Cuit Wiranto, Hanum Rais Buru-buru Naik Ojek Online

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hanum Rais dijemput ojek online. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Hanum Rais dijemput ojek online. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, JakartaHanum Rais mengikuti rapat kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah di DPRD DIY Rabu siang, 16 Oktober 2019.

    Para awak media pun menunggu anggota Komisi B DPRD DIY itu untuk mengklarifikasi ihwal kasus yang menjeratnya.

    Hanum pekan lalu dilaporkan organisasi relawan Jam’iyyah Joko Widodo - Ma’ruf terkait cuitannya soal penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

    Namun, setelah awak media menunggu sekitar satu jam lebih, dan Hanum selesai mengikuti rapat, Wakil Ketua Fraksi PAN itu tak mau berbicara soal kasus pelaporan dirinya dengan alasan tak etis.

    Hanum beralasan tak mau bicara panjang soal kasusnya karena menghargai Gedung DPRD yang menurutnya sebagai rumah rakyat walau saat itu ia sudah selesai rapat dan bersiap pulang.

    Hanum juga tampak terburu-buru karena ternyata sudah ada seorang pengendara ojek online yang datang menjemputnya.

    Sehingga saat dicecar soal kasusnya, Hanum berdalih sudah ditunggu ojek online itu dan hanya menjawab sepotong-potong saja soal kasusnya.

    “Ini saya sudah ditunggu, kasihan ini mas nya (ojek online) ini menunggu lama banget,” ujar Hanum. Pantauan di lapangan, ojek online itu sendiri baru menunggu tak lebih dari 10 menit sejak Hanum selesai rapat.

    Ditanya soal alasannya memakai ojek online untuk transportasinya setelah pulang rapat, Hanum hanya menuturkan jika ojek daring itu mencari nafkah.

    Dalam kesempatan itu Hanum hanya menyinggung soal dirinya yang absen mengikuti rapat paripurna pada Senin lalu karena anaknya sakit. Sedangkan soal kasusnya, ia menghargai pihak yang melaporkannya.

    Hanum pun menyatakan sebenarnya kasus cuitannya soal penusukan Wiranto di media sosial pribadinya hanya persoalan biasa yang kemudian dilaporkan ke polisi karena ada pihak yang tidak terima. Namun menurutnya kasus itu jadi lebih panjang karena terus disorot media massa.

    “Lebih baik sekarang kita cooling down dulu karena akan ada pelantikan presiden, jangan sampai muncul negative issues,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.