Kasus Cuitan Penusukan Wiranto, Hanum Rais: Ini Masalah Biasa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais usai menjalani pemeriksaan polisi terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet, di Polda Metro Jaya, Senin, 27 Maret 2019, TEMPO/Taufiq Siddiq.

    Putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais usai menjalani pemeriksaan polisi terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet, di Polda Metro Jaya, Senin, 27 Maret 2019, TEMPO/Taufiq Siddiq.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPRD DIY Hanum Rais, akhirnya muncul
    dan memberikan sikap atas polemik kasus yang melilitnya.

    Hanum pekan lalu dilaporkan organisasi relawan Jam’iyyah Joko Widodo - Ma’ruf terkait cuitannya soal insiden penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

    "Semua sudah melihat bahwa semua sudah diproses (sesuai hukum berlaku)," ujar Hanum usai menghadiri rapat kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Gedung DPRD DIY Rabu 16 Oktober 2019.

    Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD DIY itu menyatakan pihaknya menghargai proses hukum berlaku termasuk pihak yang melaporkan dirinya.

    "Saya menghargai hak yang melaporkan," ujar Hanum.

    Putri politikus senior Amien Rais ini enggan berpolemik lebih jauh dan berkomentar banyak atas kasusnya itu. Ia meminta awak media tak terlalu mencecar soal kasus itu termasuk soal apa upaya yang akan ia lakukan.

    "Tolong hargai bahwa sekarang ini masanya kita cooling down dulu ya. Ini kan udah mau pelantikan presiden. Wartawan sukanya kan cari-cari ini yang heboh," ujarnya.

    Menurut Hanum, kasus cuitannya soal penusukan Wiranto sebetulnya masalah biasa saja. Tapi, kata dia, masalah ini 'digoreng' oleh media.

    "Ini kan sudah mau pelantikan Presiden. Kita jaga dulu dari negative issues gitu. Jadi kita nanti biar bisa lebih move on," kata Hanum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.