Kapolda Sulsel Larang Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pedagang berjualan di tengah-tengah massa mahasiswa saat BEM SI berdemo di sekitar Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.  Demo mahasiswa BEM SI membawa empat tuntutan yang mereka sebut sebagai #TuntaskanReformasi. TEMPO/Subekti.

    Sejumlah pedagang berjualan di tengah-tengah massa mahasiswa saat BEM SI berdemo di sekitar Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Demo mahasiswa BEM SI membawa empat tuntutan yang mereka sebut sebagai #TuntaskanReformasi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Mas Guntur Laupe melarang demonstrasi di wilayahnya terhitung besok, 16 Oktober 2019 hingga pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih nanti, 20 Oktober 2019.

    "Walaupun acara pelantikan presiden di Jakarta, tetapi wilayah  Sulawesi Selatan harus tetap aman dan kondusif," ucap Guntur melalui keterangan tertulis, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Jika dalam kurun waktu selama empat hari ada yang mengajukan izin demo, kata Guntur, pihaknya tidak akan memberikan surat tanda penerimaan izin tersebut.

    Demonstrasi baru boleh diadakan kembali setelah 20 Oktober 2019. "Aspirasi boleh disampaikan kembali. Jadi pemberitahuan ini dikeluarkan demi kepentingan bangsa dan negara," ujar Guntur.

    Guntur pun menegaskan, apabila ada pihak yang tetap mencoba mengadakan unjuk rasa, ia bersama TNI tak segan untuk menindak tegas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.