TNI: Sebanyak 7.278 Warga Mengungsi Pasca-rusuh Wamena

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memadati Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Jumat 27 September 2019. Warga Wamena terus memadati bandara untuk meninggalkan Wamena pascakerusuhan pada Senin (23/9/2019). ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra

    Warga memadati Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Jumat 27 September 2019. Warga Wamena terus memadati bandara untuk meninggalkan Wamena pascakerusuhan pada Senin (23/9/2019). ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra

    TEMPO.CO, Jakarta-Tentara Nasional Indonesia mencatat, terdapat 7.278 warga pendatang yang mengungsi pasca-kerusuhan di Kota Wamena, Papua. Data pengungsi tersebut tercatat sejak 23 sampai hari ini, 29 September 2019.

    "Jadi sampai hari ini (29 September), jumlah keseluruhan pengungsi mencapai 7.278 orang," ujar Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Letnan Kolonel Infanteri Dax Sianturi melalui keterangan tertulis, Ahad, 29 September 2019.

    Namun dari jumlah tersebut, baru 4.250 orang yang dievakuasi TNI ke daerah asal mereka. Dax membeberkan, sebanyak 2000 diterbangkan melalui pesawat Hercules TNI AU, sementara sisanya yakni 2.250 orang dipulangkan melalui penerbangan komersil.

    Aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua pada 23 September 2019  mengakibatkan 31 orang meninggal dunia. Ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta dirusak dan dibakar oleh pengunjuk rasa.

    Kendati demikian, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal menyebut situasi Wamena saat ini berangsur kondusif. "Alhamdulillah semakin baik dan aktifitas masyarakat sudah tampak dengan bukanya toko-toko berjualan," kata Kamal melalui pesan singkat, Ahad, 29 September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.