KLHK Segel 52 Perusahaan Pelaku Karhutla

Reporter

Editor

Amirullah

Seorang petugas pemadam kebakaran sukarela menggunakan cabang pohon untuk memadamkan api di Kabupaten Pulang Pisau dekat Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia, 13 September 2019. Banyaknya relawan yang ikut membantu, membuat petugas pemadam tidak dapat memfasilitasi secara penuh kepada relawan dari pengadaan pakaian anti bakar hingga masker. REUTERS/Willy Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rasio Ridho Sani, mengatakan sudah menyegel 52 perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kami melakukan proses penyegelan saat ini ada sekitar 52 perusahaan sudah kami segel dan akan bertambah. Paling banyak Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Tengah. Ada di Jambi, Sumatera Selatan, dan di Kalimantan Timur," ujar Sani dalam sebuah acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta pada Sabtu, 21 September 2019.

Dari 52 perusahaan yang telah disegel tersebut, ujar Sani, 5 perusahaan telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku Karhutla. "Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam kasus ini," ujar Sani.

KLHK menjanjikan sanksi tegas dan pasal berlapis bagi para pelaku Karhutla. Pasal perampasan keuntungan rencananya akan diterapkan. Pasal ini utamanya akan dikenakan bagi para korporasi yang berulang kali melakukan pembakaran hutan dan lahan. Menurut Rasio, data forensik dapat diketahui perusahaan mana yang berulang kali melakukan pembakaran hutan dan lahan. "Data kami kan tidak bisa dipungkiri, digital forensik kan tercatat itu," ujar dia.

Selasa lalu, polisi telah menetapkan 218 orang dan 5 perusahaan sebagai tersangka pelaku Karhutla. Paling banyak berasal dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Di Kalimantan Tengah, Polda setempat menetapkan 65 orang dan PT Palmindo Gemilang Kencana (PGK) sebagai tersangka.

Di Kalimantan Barat, 61 tersangka dan dua korporasi menjadi tersangka. Dua perusahaan yang menjadi tersangka di Kalbar adalah PT SISU dan PT SAP.






Kemenkeu Sebut Perubahan Iklim karena Kerusakan Lingkungan Tak Hanya Ganggu Perekonomian

2 hari lalu

Kemenkeu Sebut Perubahan Iklim karena Kerusakan Lingkungan Tak Hanya Ganggu Perekonomian

Kemenkeu menilai peningkatan frekuensi dan kerusakan akibat perubahan iklim telah mengganggu pembangunan ekonomi secara umum.


Pemerintah Cekal Peneliti Asing Erik Meijaard dkk, Diminta Lapor pada Menteri KLHK

14 hari lalu

Pemerintah Cekal Peneliti Asing Erik Meijaard dkk, Diminta Lapor pada Menteri KLHK

KLHK juga meminta agar tidak melayani melayani permohonan kerja sama oleh Erik Meijaard dkk di tingkat tapak dalam kewenangan Kepala UPT.


KLHK dan Sinar Mas Siapkan Pusat Persemaian 10 Juta Tanaman di Sumatera Selatan

24 hari lalu

KLHK dan Sinar Mas Siapkan Pusat Persemaian 10 Juta Tanaman di Sumatera Selatan

KLHK turuti program yang digagas oleh Presiden Joko Widodo untuk secara total membangun 30 unit pusat persemaian di seluruh Indonesia.


Shopee bersama KLHK Tanam Bibit Pohon Kopi, Dukung Potensi Ekowisata Kampung Ciwaluh, Jawa Barat

37 hari lalu

Shopee bersama KLHK Tanam Bibit Pohon Kopi, Dukung Potensi Ekowisata Kampung Ciwaluh, Jawa Barat

Program ini merupakan contoh baik terkait sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat


MAKI Laporkan Dugaan Penyelundupan Limbah Beracun di Kepulauan Riau

40 hari lalu

MAKI Laporkan Dugaan Penyelundupan Limbah Beracun di Kepulauan Riau

Boyamin menduga kapal tersebut mengangkut limbah beracun seberat 5.500 ton dan disamarkan dengan dokumen sebagai minyak bumi.


Kebakaran Landa Lahan Mineral Dekat Tol Palembang-Indralaya Km 13

40 hari lalu

Kebakaran Landa Lahan Mineral Dekat Tol Palembang-Indralaya Km 13

Petugas saat ini masih memadamkan kebakaran yang terjadi di lahan mineral dekat ruas Jalan Tol Palembang-Indralaya km 13, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.


KLHK Dorong Produsen Perbesar Kemasan Plastik

46 hari lalu

KLHK Dorong Produsen Perbesar Kemasan Plastik

Kampanye "The Rising Tide" dan Triathlon Bali-Jakarta berbuah positif, produsen didorong perbesar kemasan plastik (upsizing) demi kurangi timbulan sampah.


KLHK Galang Komitmen 'Stop Wariskan Sampah' dengan Galakkan Daur Ulang

46 hari lalu

KLHK Galang Komitmen 'Stop Wariskan Sampah' dengan Galakkan Daur Ulang

KLHK ajak produsen, industri dan pecinta lingkungan untuk kelola sampah plastik dengan size up dan daur ulang.


Seluruh Wilayah NTT Berstatus Sangat Mudah Terbakar

47 hari lalu

Seluruh Wilayah NTT Berstatus Sangat Mudah Terbakar

Kondisi 22 kabupaten/kota di NTT berada di tingkat merah atau sangat mudah terbakar.


Gubernur Kalteng Minta Bupati dan Wali Kota Tetapkan Siaga Darurat Kebakaran Hutan

55 hari lalu

Gubernur Kalteng Minta Bupati dan Wali Kota Tetapkan Siaga Darurat Kebakaran Hutan

Menghadapi puncak musim kemarau ini, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran meminta bupati dan wali kota tetapkan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan.