Capim KPK dari Kejaksaan Mengaku Lupa Tak Setor LHKPN

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Johanis Tanak mengikuti tes wawancara uji publik Capim KPK di Sekretariat Negara, Jakarta, 28 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Johanis Tanak mengikuti tes wawancara uji publik Capim KPK di Sekretariat Negara, Jakarta, 28 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta-Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2019-2023 dari Kejaksaan Agung, Johanis Tanak ditanya oleh anggota Komisi Hukum DPR Muslim Ayub dalam uji kepatutan dan kelayakan seleksi capim KPK 2019-2023. Johanis ditanya mengapa dua kali tak menyetor Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara. 

    "Dalam LHKPN Saudara dua kali tidak menyetor, apa alasannya? Dalam KPK saja Saudara memiliki catatan buruk bahkan ada tanda merahnya," kata Muslim dalam fit and proper test capim KPK, Kamis, 12 September 2019.

    Johanis pun menyampaikan alasannya tak menyetor LHKPN. Dia mengaku tak melaporkan harta kekayaan karena lupa.

    "Memang saya tidak melaporkan karena mungkin kelupaan juga karena banyak tugas," kata Johanis.

    Johanis lantas mengklaim bahwa dia bukannya memiliki niat tidak baik dengan tak melapor LHKPN. "Saya sampai kelupaan, tetapi tidak punya niat tidak melaporkan karena itu adalah wajib," kata dia.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.