Pemuda Pancasila Undang Ma'ruf Amin Hadiri Mubes 2019 di Medan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua Pemuda Pancasila Yapto Soerjoesoemarno usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, 5 November 2018. Tempo/Friski Riana

    Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua Pemuda Pancasila Yapto Soerjoesoemarno usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, 5 November 2018. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo mengunjungi kediaman wakil presiden terpilih, Ma'ruf Amin, untuk menyerahkan undangan acara Musyawarah Besar (Mubes) Pemuda Pancasila di Medan, Sumatera Utara.

    "Kami datang ke beliau mengantar undangan agar beliau bisa hadir dalam acara mubes dan menutup acara tersebut pada tanggal 27 Oktober 2019," kata Bambang usai diterima Ma'ruf Amin di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 11 September 2019.

    Menurut politikus Partai Golkar tersebut, Ma'ruf Amin berpesan agar Pemuda Pancasila berperan aktif dalam membangun bangsa. "Khususnya dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan mendorong terjadinya ketahanan ekonomi yang dimulai dari desa, baik desa industri, wisata, atau digital," kata Bambang.

    Selain mengantar undangan, politikus yang akrab disapa Bamsoet itu juga mengakui ada perbincangan singkat soal kebangsaan, khususnya soal menjaga keutuhan negara.

    "Sebagai anak bangsa memiliki kewajiban yang sama dalam menjaga keutuhan bangsa ini. Kita tentunya tidak lagi ingin terjadi peristiwa SARA yang menimbulkan berbagai persolan seperti apa yang kita lihat di Papua," kata Bamsoet.

    Menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu,  Indonesia tak perlu lagi memperdebatkan masalah SARA. "Karena kita adalah satu," ujar dia.

    Sebelumnya, Pemuda Pancasila juga mengundang Presiden Joko Widodo untuk hadir dan membuka Mubes pada tanggal 26 Oktober 2019.

    GALUH PUTRI RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.