4 Korban Kecelakaan Tol Cipularang Masih Belum Teridentifikasi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses evakuasi salah satu korban kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 91 di Purwakarta, Jawa Barat, Senin, 2 September 2019. Akibat kecelakaan tersebut, 8 orang dinyatakan meninggal dunia dan 20 orang mengalami luka-luka. ANTARA/M Ibnu Chazar

    Proses evakuasi salah satu korban kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 91 di Purwakarta, Jawa Barat, Senin, 2 September 2019. Akibat kecelakaan tersebut, 8 orang dinyatakan meninggal dunia dan 20 orang mengalami luka-luka. ANTARA/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat korban meninggal kecelakaan Tol Cipularang yang terjadi pada 2 September 2019, hingga kini belum teridentifikasi. Pihak kepolisian masih menunggu pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga.

    "Keempat korban diduga berasal dari tiga mobil yang terbakar pada saat kejadian," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, pada Selasa, 10 September 2019.

    Berdasarkan identifikasi sementara tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, empat korban tersebut berjenis kelamin permpuan. Adapun ketiga mobil tersebut, yakni Daihatsu Ayla dengan nomor polisi B 1802 BYQ, Toyota Rush dengan nomor polisi D 1268 AHK dan Mazda dengan nomor polisi B 411 AT.

    Dedi pun kembali mengimbau kepada anggota masyarakat yang merasa kehilangan kerabatnya, agar segera datang melapor ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    "Masalahnya data antemortem tidak lengkap. Lalu jasadnya sudah hangus terbakar dan sudah jadi arang. Itu kesulitannya," kata Dedi.

    Kecelakaan di Tol Cipularang yang terjadi pada 2 September 2019 menyebabkan delapan korban meninggal serta enam mobil terbakar. Kecelakaan itu diduga akibat truk yang kehilangan keseimbangan hingga menabrak mobil di sebelahnya.

    Sejauh ini empat korban telah teridentifikasi. Mereka adalah Ngendi Budiyanto (asal Jakarta), Iwan bin Nisin (asal Tangerang), Hendra Cahyana (Jakarta), dan Dedi Hidayat (asal Cirebon).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.