Teror Ular di Asrama Mahasiswa Papua, Polisi Periksa CCTV

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Brimob berjaga di sekitar Asrama Mahasiswa Nayak Abepura di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 1 September 2019. Pengamanan di asrama tersebut bertujuan untuk menghindari bentrokan antar kelompok warga. ANTARA

    Personel Brimob berjaga di sekitar Asrama Mahasiswa Nayak Abepura di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 1 September 2019. Pengamanan di asrama tersebut bertujuan untuk menghindari bentrokan antar kelompok warga. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Jawa Timur mulai memeriksa saksi yaitu masyarakat dan kamera pengawas yang ada di sekitar asrama Mahasiswa Papua Surabaya. Pemeriksaan ini terkait insiden teror pelemparan ular di tempat tinggal tersebut pada Senin, 9 September 2019.

    "Kami berusaha untuk mengonfirmasi dan mencoba berkomunikasi dengan penghuni asrama,” kata Kepala Kepolisian Jawa Timur Inspektur Jenderal Luki Hermawan di Surabaya, Senin, 9 September 2019. 

    Luki mengatakan kesulitan mengungkap teror itu karena penghuni asrama belum membuat laporan ke polisi terkait insiden tersebut. Polisi, kata dia, juga belum diizinkan masuk ke asrama.

    Meski begitu ia akan menggunakan perantara-perantara seperti tokoh-tokoh Papua, pendeta, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk berkomunikasi dengan sejumlah penghuni di asrama.

    "Kami belum bisa mengetahui duduk insiden dengan jelas. Kalau itu memang ada laporan maka akan diproses. Seperti kasus kemarin yang tadinya provokasi, kami bisa ungkap semuanya dengan bukti-bukti yang didapat," katanya.

    Sampai saat ini anggota kepolisian masih berjaga 24 jam untuk menjamin keselamatan dari penghuni asrama Mahasiswa Papua. "Anggota di sana menjaga keamanan warga sekitar, termasuk yang ada di asrama Kalasan. Jangan sampai ada pihak lain yang memanfaatkan sehingga situasi semakin tidak kondusif," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.