Polri Utamakan Upaya Preventif Tangani Aksi Massa di Papua

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mengamati sejumlah kendaraan yang terbakar di depan Kantor Bea Cukai Papua setelah unjuk rasa di Jayapura, Papua, Jumat, 30 Agustus 2019. Sejumlah bangunan dan kendaraan terbakar saat aksi pada Kamis (29/8). ANTARA/Indrayadi TH

    Seorang pria mengamati sejumlah kendaraan yang terbakar di depan Kantor Bea Cukai Papua setelah unjuk rasa di Jayapura, Papua, Jumat, 30 Agustus 2019. Sejumlah bangunan dan kendaraan terbakar saat aksi pada Kamis (29/8). ANTARA/Indrayadi TH

    TEMPO.CO, JakartaPolri mengatakan akan mendahulukan upaya preventif dalam menangani unjuk rasa yang terjadi di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, Polri mengutamakan dialog dengan para tokoh agama atau tokoh adat masyarakat setempat.

    "Pokoknya Polri akan lakukan pendekatan lunak terlebih dulu dan dialog dengan melibatkan para tokoh yang diutamakan," ujar Dedi saat dihubungi, Sabtu, 31 Agustus 2019.

    Hari ini, 31 Agustus 2019, beredar video yang merekam aksi warga yang tidak diketahui identitasnya melakukan orasi. Ia berbicara perihal harkat dan martabat warga Papua.

    "Namun, jika semua itu telah dilanggar, semua telah diinjak, maka tidak ada kata lain hanya ada satu kata, lawan," demikian sepenggal isi orasi tersebut.

    Kendati demikian, kata Dedi, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan agar tak mentoleransi perusuh. "Harus ditindak tegas demi terwujudnya keamanan dan ketertiban," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.