LSI Sebut Jokowi Terpilih Karena Masyarakat Puas Kinerja KPK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman bersama Pengamat politik Burhanudin Muhtadi (kiri). TEMPO/Imam Sukamto

    Calon Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman bersama Pengamat politik Burhanudin Muhtadi (kiri). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Survei Indonesia menyatakan terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019 tak terlepas dari keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Survei LSI menunjukkan banyak responden memilih Jokowi pada Pilpres 2019. "Mereka yang puas dengan Pak Jokowi, umumnya puas terhadap kinerja lembaga antikorupsi tersebut," kata peneliti senior LSI Burhanudin Muhtadi di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Burhanudin menuturkan dalam survei LSI yang dilakukan pada Juli 2019, menunjukkan ada korelasi yang signifikan antara kepercayaan masyarakat terhadap presiden dengan kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Burhanudin mengatakan sebanyak 61,1 persen responden merasa puas dengan kinerja KPK pada era pertama pemerintahan Jokowi. Sedangkan 28,9 persen lainnya merasa tidak puas.

    Menurut Burhan, responden yang menyatakan puas dengan kinerja lembaga antikorupsi itu kebanyakan memilih Jokowi - Ma'ruf. Jumlahnya mencapai 63,4 persen. Sedangkan mereka yang tidak puas dengan kinerja lembaga antikorupsi itu memilih Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Jumlahnya yakni 63,8 persen.

    Menurut Burhan, hasil survei ini sebenarnya bisa menjadi rujukan bagi pemerintah untuk mengambil sikap dalam seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2019-2023. "Kalau presiden salah langkah dalam memilih Capim KPK, bukan tidak mungkin itu akan menjadi amunisi yang akan menggerogoti kredibilitas presiden," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.