Bravo 5: Tugas Kami Galang Dukungan untuk Pemerintahan Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim Bravo 5 Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy dalam Silahturahmi Kebangsaan Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin di Hotel Marc Passer Baroe, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Juni 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Anggota tim Bravo 5 Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy dalam Silahturahmi Kebangsaan Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin di Hotel Marc Passer Baroe, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Juni 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Purnawirawan TNI dan Polri yang tergabung dalam Bravo 5 menyatakan siap mengawal pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin.

    "Sekarang kami bertugas menggalang semua kekuatan dan komponen masyarakat dalam mendukung pemerintahan ke depan supaya Indonesia betul-betul bisa maju dan sejajar dengan bangsa lain di dunia," kata Ketua Umum Bravo 5 Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi di Semarang, Sabtu, 10 Agustus 2019.

    Ia mengatakan penilaian keberhasilan Bravo ke depan adalah bagaimana organisasinya itu merangkul semua kekuatan yang ada di sekitarnya untuk bisa mendukung program-program pemerintah.

    "Kekuatan yang akan dirangkul tidak hanya para pendukung pasangan capres Jokowi -  Ma'ruf saat pilpres, tapi semua komponen bangsa," ujarnya.

    Selain itu, tim ini juga akan terus mengokohkan nasionalisme dan menangkal gerakan radikal yang marak akhir-akhir ini. Dalam kesempatan tersebut, Fachrul Razi mengungkapkan bahwa organisasi ini akan resmi menjadi organisasi massa yang berbadan hukum.

    "Kita resmi menjadi ormas pada 25 Agustus mendatang di Jakarta karena sudah ada di semua provinsi, termasuk di beberapa negara seperti Malaysia, Australia, Amerika, dan Eropa. Itu semua menjadi potensi yang luar biasa dan harus betul-betul dimanfaatkan untuk mendukung pemerintahan," katanya.

    Ketua Bravo 5 Pantura Brigjen Pol (Purn) Tri Agus Heru Prasetyo menambahkan pihaknya siap merangkul semua komponen masyarakat demi persatuan dan kesatuan bangsa. "Modal yang paling besar bagi Indonesia adalah persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.