Kata Politikus PKB ke Gerindra: Tak Ada yang Gratis dalam Politik

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul Kadir Karding. Instagram/@abdulkadirkarding

    Abdul Kadir Karding. Instagram/@abdulkadirkarding

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB Abdul Kadir Karding mengaku tak yakin Partai Gerindra tak menginginkan jabatan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Hal ini dilontarkan Karding dalam forum diskusi membahas kursi pimpinan MPR yang juga dihadiri oleh anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade.

    Mulanya, Andre mengatakan partainya tak menjadikan posisi ketua MPR sebagai syarat rekonsiliasi pascapemilihan presiden 2019. Namun dia sekaligus tak menampik partainya ingin berkontribusi di lembaga permusyawaratan itu.

    "Syarat rekonsiliasi itu tidak, tapi kami tidak munafik bahwa sebagai peraih suara kedua 2019 kenapa kami tidak bisa mendapatkan salah satu pimpinan kalau bisa berkontribusi," kata Andre di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Karding kemudian menanggapi pernyataan Andre ini. Menurut dia, ihwal tak ada syarat rekonsiliasi itu hanya pernyataan di permukaan. Karding mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang gratis dalam politik.

    "Di politik itu mana ada yang gratis, kita enggak usah basa-basi," kata Karding.

    Karding mengatakan, Gerindra tak mungkin tak mendapatkan posisi apa pun di pimpinan maupun alat kelengkapan parlemen. Dia menduga rekonsiliasi politik di Indonesia saat ini masih harus disertai dengan pembagian kekuasaan.

    Mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini berpendapat, tradisi bagi-bagi jabatan ini tak terhindarkan lantaran tradisi koalisi dan oposisi belum lazim di Indonesia.

    "Saya pikir Gerindra tidak mungkin tidak mendapatkan apa-apa di pimpinan maupun di alat kelengkapan, dia akan pusing tujuh keliling," kata dia.

    Maka dari itu, Karding meminta Gerindra sebaiknya tak sesumbar mengklaim tak ada syarat rekonsiliasi. Dia mengatakan pernyataan semacam itu akan memancing partai koalisi Jokowi-Ma'ruf untuk menantang Gerindra sekalian menjadi oposisi.

    "Oleh karena itu jangan pernah bilang tidak, tidak ada syarat rekonsiliasi, itu akan memancing partai KIK (Koalisi Indonesia Kerja), sekalian aja nih kita jalan aja sendiri," kata Karding seraya tertawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.