Kebakaran Hutan Gunung Ceremai, 61 Pendaki Diungsikan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran hutan. REUTERS

    Ilustrasi kebakaran hutan. REUTERS

    TEMPO.CO, Kuningan - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis dinihari, 8 Agustus 2019. Kerugian dan jumlah lahan yang terbakar belum bisa diperkirakan.

    Kepala BPBD Kuningan, Agus  Mauludin, menjelaskan saat titik api menyebar ke arah atas dan angin bertiup ke arah selatan. Menurut dia, kondisi cuaca cerah dan angin bertiup hingga kebakaran menyebar, “Sampai malam ini kami terus melakukan pemantauan, semoga dalam waktu singkat kami bisa memadamkan api,” kata Agus kepada Tempo.

    Titik api bermula di blok Gua Walet, dekat Puncak Ceremai, titik kordinat 6°54'2.63" S, 108°23'42.93" di wilayah Argalingga, Kabupaten Majalengka. Kepulan asap mulai terlihat sejak Rabu, pukul 13.00 WIB.

    Api dan asap menjalar disekitarnya dengan cepat, karena kondisi angin cukup kencang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Majalengka untuk memantau titik api.

    BPBD Kuningan memantau di wilayah Jalur Palutungan, tim gabungan, Polri, dan BPBD Majalengka, serta masyarakat dan MPG Apuy bergerak menuju lokasi kebakaran dua jam kemudian, tepatnya pukul 15.00 WIB,  Mereka melakukan evakuasi para pendaki dan berusaha memadamkan titik api.

    Tim gabungan berhasil mengevakuasi 61 pendaki di jalur pendakian, di antaranya 25 orang di jalur pendakian Apuy, 31 orang di jalur pendakian Palutungan, dan 5 orang di jalur pendakian Linggarjati. Akibat kebakaran hutan tersebut, Taman Nasional Gunung Ciremai mengeluarkan surat  Pengumuman No : PG.18/T.33/TU/KSA/8/2019 tentang Penutupan jalur Pendakian Taman Nasional Gunung Ciremai selama bencana kebakaran.

    DEFFAN PURNAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.