Bangkitkan Musik Rock, Hendi Relakan Kantornya Jadi Venue

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pagelaran rock Pitoelasan pada Jumat malam, 2 Agustus 2019, di rumah dinas Wali Kota Semarang.

    Pagelaran rock Pitoelasan pada Jumat malam, 2 Agustus 2019, di rumah dinas Wali Kota Semarang.

    INFO NASIONAL — Pada Jumat malam, 2 Agustus 2019, rumah dinas Wali Kota Semarang yang biasanya sepi terlihat ramai dan terdengar hentakan khas musik rock. Rupanya malam itu digelar acara Rock Pitoelasan, sebuah konser musik rock yang menampilkan band-band asal Kota Semarang.

    Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, turut hadir dalam acara tersebut. Dengan mengenakan kostum kasual nuansa hitam-hitam ala rocker klasik, Hendi, panggilan akrab Wali Kota, bahkan ikut bernyanyi meramaikan konser musik rock malam itu. 

    Dalam sambutannya, Hendi menyatakan sebelumnya dia sempat mendapat keluhan dari rocker klasik Kota Semarang yang merasa kesulitan dalam mengekspresikan musik rock. “Saya bersama mbak Agustin, pak Ganjar ketemu di PRPP, katanya teman-teman mau nge-rock kesulitan tempatnya," tutur Hendi.

    Menjawab kesulitan rocker Semarang, Hendi pun menyiapkan rumah dinas Wali Kota di daerah Manyaran untuk menjadi venue Rock Pitoelasan. “Hari ini kami siapkan tempatnya di rumah dinas Wali Kota. Dan, monggo kalau hari-hari berikutnya kalau dibutuhkan dapat digunakan untuk kegiatan," ucap Hendi.

    Sehingga jadilah malam itu di rumah dinas Wali Kota digelar konser musik rock Pitoelasan, dengan dua buah panggung yang diisi oleh 13 band rock asal Kota Semarang. Yaitu White Rose, Syailendra, JKD Rock band, Maeztro, Soga band, ESCE Band, Coromacho, G-Victory, Angker’s Hero, Donju One, The Gunners, Escape Troopers,  Indonesian Rock. Sebanyak 13 band rock Kota semarang tersebut memainkan karya-karyanya dan band luar negeri yang legendaris. 

    Dukungan Hendi tidak cukup di situ, dia juga menginstruksikan untuk menyiapkan venue di Balaikota Semarang pada setiap Jumat malam, untuk dipergunakan pentas musik. Tidak hanya rock, tetapi semua genre musik. Mulai rock sampai keroncong bisa ditampilkan di situ.

    “Saya juga sudah instruksikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk menyediakan panggung di depan balai kota mulai Jumat malam minggu depan. Panggung tersebut boleh dipakai kegiatan semua genre musik. Dari rock, pop, sampai keroncong, boleh tampil di panggung tersebut. Dengan panggung ini bisa menjadi tempat berekspresi menampilkan karya-karya mereka,” katanya. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.