110 Bangunan di Banten Rusak Terdampak Gempa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memotret kerusakan dinding Gelanggang Olah Raga (GOR) Pasir Ona di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat, 2 Agustus 2019. Gempa bumi dengan magnitudo 7,4 dirasakan warga di Wilayah Banten pada pukul 19.03 WIB. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    Warga memotret kerusakan dinding Gelanggang Olah Raga (GOR) Pasir Ona di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat, 2 Agustus 2019. Gempa bumi dengan magnitudo 7,4 dirasakan warga di Wilayah Banten pada pukul 19.03 WIB. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat data sementara ada 110 bangunan rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 6,9 yang mengguncang perairan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jum’at malam, 2 Agustus 2019.

    Kepala Pelaksana BPBD Banten E. Kusumayadi mengatakan 110 bangunan yang rusak tersebut tersebar di berbagai daerah. Di antaranya, di Kabupaten Serang terdata 7 bangunan rusak di 4 kecamatan, Kabupaten Lebak sebanyak 12 bangunan yang terdapat di 8 kecamatan, dan Kabupaten Pandeglang sebanyak 91 bangunan.

    “Kerusakan bangunan di sejumlah wilayah berfariasi, ada yang rusak ringan dan sedang,” ujar Kusmayadi pada Sabtu, 3 Agustus 2019.

    Menurut Kusmayadi, hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat gempa yang sebelumnya dirilis bermagnitudo 6,9 ini. “Ada juga kecelakaan karena panik, sudah dirawat di Puskesmas Cimanggu,” ujarnya.

    Menurutnya, BPBD Banten telah melakukan upaya tanggap darurat dengan mendorong pengiriman bantuan ke berbagai lokasi terdampak gempa. Bantuan kedaruratan tersebut berupa sandang dan panganan. “Makanan instan, sandang, serta kebutuhan orangtua dan anak-anak,” ujarnya.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Deni Kurnia mengatakan, mereka masih terus memonitor kondisi lapangan setelah gempa pada Jumat malam, namun sampai saat ini belum mendapat laporan adanya korban maupun kerusakan yang signifikan.

    “Sejak tadi malam kita terus melakukan pemantauan. Alhamdulillah belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun memang masih banyak warga yang bertahan di pengungsian," katanya.

    Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim memuji masyarakat yang dengan sigap mengungsi dan mencari tempat aman setelah ada peringatan dini tsunami. “Masyarakat mengungsi adalah tindakan yang benar, itu sesuai dengan simulasi yang selama ini telah disosialisasikan kepada masyarakat, ada zona merah, kuning, dan zona aman. Termasuk hunian sementara yg telah dibangun oleh Pemprov Banten," ujar Wahidin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.