Kasus Suap Gubernur Kepri, KPK Geledah Sejumlah Lokasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Gubernur nonaktif Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan perdana di Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019. Nurdin Basirun diperiksa sebagai tersangka seusai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terkait dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut serta proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau tahun 2018/2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka Gubernur nonaktif Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan perdana di Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019. Nurdin Basirun diperiksa sebagai tersangka seusai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terkait dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut serta proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau tahun 2018/2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi di Kepulauan Riau (Kepri) untuk penyidikan kasus suap perizinan reklamasi dan gratifikasi yang diterima Gubernur Kepri  nonaktif Nurdin Basirun. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan salah satu lokasi yang digeledah adalah kantor Dinas Perhubungan Pemerintahan Provinsi Kepri.

    Tim penyidik menyita sejumlah dokumen terkait perizinan pemanfaatan ruang laut di Kepri. "Tim menyita sejumlah dokumen perizinan pemanfaatan ruang laut di Kepri," kata Febri melalui keterangan tertulis, Selasa, 23 Juli 2019.

    KPK menemukan 13 tas ransel, kardus, plastik, dan kantong kertas berisi mata uang rupiah, dolar Singapura dan dolar Amerika saat menggeledah rumah dinas Gubernur Kepri Nurdin Basirun di kawasan Tanjungpinang. Dalam penggeledahan itu, tim penyidik menemukan uang dengan total Rp 3,5 miliar, US$33.200 dan Sin$134.711.

    Saat operasi tangkap tangan (OTT), KPK menyita sejumlah uang yang terdiri dari lima mata uang yang berbeda dengan rincian Sin$6.000, Sin$43.942, US$ 5.303, EUR5, RM407, Riyal Saudi 500, dan Rp 132.610.000. 

    KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono, serta pihak swasta bernama Abu Bakar.‎ Untuk Nurdin Basirun, KPK juga menjerat dengan pasal penerima gratifikasi.

    ANDITA RAHMA | M. ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.