Polri Tangguhkan Penahanan 207 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi melakukaan pendataan sejumlah tersangka kasus kerusuhan saat  penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus kerusuhan 21-22 Mei di Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019.  Kerusuhan tersebut terjadi usai demonstrasi penolakan hasil Pemilihan Presiden di Bawaslu.  ANTARA/Reno Esnir

    Polisi melakukaan pendataan sejumlah tersangka kasus kerusuhan saat penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus kerusuhan 21-22 Mei di Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019. Kerusuhan tersebut terjadi usai demonstrasi penolakan hasil Pemilihan Presiden di Bawaslu. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangguhkan penahanan 207 tersangka kerusuhan 21-22 Mei 2019. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra mengatakan, pemberian penangguhan penahanan itu berdasarkan pada pertimbangan penyidik.

    "Dari 456 tersangka, sudah 207 yang ditangguhkan," ujar Asep di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 19 Juli 2019.

    Ratusan tersangka itu telah berjanji tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatan, dan tidak menghilangkan barang bukti, kepada penyidik. Selain itu, kata Asep, penangguhan penahanan 207 tersangka itu dikabulkan karena keluarga dan pengacara mau menjadi penjamin.

    Sementara, untuk tersangka yang tidak ditangguhkan, kini berkasnya telah dikirim ke pihak kejaksaan. Dalam kerusuhan 21-22 Mei, polisi menetapkan 456 orang sebagai tersangka. Sebagian besar tersangka disebut berperan sebagai koordinator lapangan.

    Informasi terbaru, polisi telah menangkap satu tersangka provokator kerusuhan 22 Mei berinisial YG di Ciamis, Jawa Barat. Sebelumnya, polisi memasukkan YG dalam daftar pencarian orang.

    "Saudara YG ditangkap di Ciamis yang juga merupakan provokator," kata Asep.

    Kepolisian sebelumnya menduga YG adalah orang yang memberikan komando kepada para demonstran. Ia diduga menggerakkan massa dengan kalimat provokatif.

    Kerusuhan 21-22 Mei sebenarnya terjadi dalam periode tiga hari, yaitu 21 Mei sampai 23 Mei. Berawal dari aksi damai menolak hasil Pemilihan Presiden 2019, massa tak dikenal membuat onar pada malam hari. Kepolisian menyatakan kedua massa tersebut berasal dari kelompok berbeda.

    Titik kerusuhan tersebar di sejumlah wilayah di Jakarta Pusat. Di antaranya sekitar Kantor Badan Pengawas Pemilu, asrama polri Petamburan, dan Slipi.

    M. ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.