Beredar Draf Menteri Jokowi, Teten: Saya di Sentul, Tak Ada Itu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sekretaris Negara, Pratikno dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki mengumumkan rencana Presiden Joko Widodo mencopot Asman Abnur dari kursi Menteri PAN-RB di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, 14 Agustus 2018. Menurut Pratikno, rencana reshuffle ini terkait sikap PAN yang mendukung Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Sekretaris Negara, Pratikno dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki mengumumkan rencana Presiden Joko Widodo mencopot Asman Abnur dari kursi Menteri PAN-RB di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, 14 Agustus 2018. Menurut Pratikno, rencana reshuffle ini terkait sikap PAN yang mendukung Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Staf Khusus Teten Masduki menampik kebenaran draf menteri kabinet pemerintahan Jokowi - Ma’ruf Amin yang kini beredar. Menurutnya tidak pernah ada rapat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, selepas Presiden Jokowi menyampaikan pidato Visi Indonesia.

    “Saya gak mau nanggapi tapi saya ada di Sentul, dan tidak ada rapat itu,” ujar Teten di Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu 17 Juli 2019.

    Sejak Selasa 16 Juli kemarin, beredar dokumen dua halaman berlambang Garuda Pancasila, yang di dalamnya tercantum nama-nama menteri Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Nama-nama itu diklaim merupakan hasil rapat Jokowi - Ma'ruf dan tim koalisi di Sentul City International Convention Center, Bogor, pada 14 Juli 2019.

    Dalam daftar itu, sejumlah nama menteri di periode 2014-2019 kembali tertera. Mereka adalah Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Alam, Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan, Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri, dan Basuki Hadimoeljono sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    Selain itu, Jenderal Tito Karnavian masih mengemban tugas sebagai Kepala Kepolisian RI. Begitupun Marsekal Hadi Tjahjnato sebagai Panglima TNI, dan Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara.

    Lalu ada pula nama-nama lama dengan posisi baru. Mereka adalah Pramono Anung menjadi Menteri Sekretaris Negara, Arief Yahya menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Negara dan Airlangga Hartarto yang dipasang sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

    Ada pula nama baru di beberapa pos kementerian. Mereka adalah Prananda Prabowo sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dedi Mulyadi sebagai Menteri Pariwisata, Soetrisno Bachir sebagai Menteri Perindustrian, Yusril Ihza Mahendra sebagai Menteri Hukum dan HAM, serta Grace Natalie sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

    Kemudian ada Erick Tohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Moeldoko sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hasto Kristiyanto sebagai Menteri Dalam Negeri, Agum Gumelar sebagai Menteri Pertahanan, Angela Herlina Tanoesoedibjo sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, dan Mahfud MD sebagai Jaksa Agung.

    Terkait penyusunan menteri Kabinet Jokowi, Teten mengaku tidak tahu sampai saat ini apakah sudah ada penyusunan nama-nama atau belum. Teten mengatakan hal tersebut adalah hak prerogatif dari presiden sendiri. “Belum tahu saya. Belum tahu,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.