Ahok Mendapat Gelar Kehormatan dari Masyarakat Dayak

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyambangi rumah dinas Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di Jakarta Pusat, Selasa, 30 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyambangi rumah dinas Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di Jakarta Pusat, Selasa, 30 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau akrab disapa Ahok mendapatkan gelar kehormatan oleh masyarakat Dayak, Kalimantan Timur. Ahok diberi nama Asang Lalung, sementara istrinya Puput diberi nama Idang Bulan.

    Baca juga: Cerita Metro TV Batal Siarkan Dialog Spesial Ahok

    Prosesi sederhana gelar kehormatan itu disaksikan sejumlah tokoh Dayak, di antaranya, Ketua LPADKT (Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur) Syaharie Jaang, Eddy Gunawan, Laden Mering di Ballroom Mesra International Hotel Samarinda, Sabtu, 13/7.

    Basuki yang dulu akrab dipanggil Ahok dan istrinya berada di Samarinda sejak Jumat, dengan berbagai agenda. Salah satunya mengunjungi Desa Budaya Dayak Pampang, di Sungai Siring, Samarinda.

    Kedatangan Basuki disambut meriah warga Dayak di Desa Pampang. Bahkan Ketua LPADKT Syaharie Jaang dalam sambutannya menitipkan pesan agar Basuki Tjahaya Purnama membantu aspirasi warga Dayak Kaltim agar ibu kota negara dipindah ke provinsi Kaltim.

    Namun Basuki ketika kata sambutan langsung mengomentari bahwa dia dan istri hadir di Kaltim bukan utusan dari Presiden Joko Widodo. Oleh sebab itu. menurut Ahok, aspirasi ibu kota negara tidak pas disampaikan kepada dirinya. ”Tapi kalau saya ditanya, saya juga maunya ibu kota negara dipindah di Kaltim,” kata Ahok.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.