Kubu Bamsoet Sesuaikan Agenda Munas Golkar dengan Jadwal Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) bersama Politisi Senior Yorrys Raweyai (kiri) melihat karya Pewarta Foto Tempo yang dipamerkan pada Acara 20 tahun Reformasi

    Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) bersama Politisi Senior Yorrys Raweyai (kiri) melihat karya Pewarta Foto Tempo yang dipamerkan pada Acara 20 tahun Reformasi "Kembal Ke Rumah Rakyat" di Kompleks Parlemen, Jakarta, 7 Mei 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai mengakui restu Presiden Joko Widodo atau Jokowi penting dalam menentukan siapa ketua umum Golkar yang akan datang. Dia berpendapat Jokowi juga secara tak langsung ikut menentukan kapan musyawarah nasional Golkar akan digelar.

    Baca: Elite Golkar Terbelah, Rapat Pleno Bulan Ini akan Bahas Munas

    "Kehadiran pemerintah dalam hal ini Presiden sangat diharapkan dan kami menyesuaikan dengan agenda beliau," kata Yorrys dalam konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Ahad, 7 Juli 2019.

    Dalam kontestasi di internal partai beringin yang mencuat belakangan, Yorrys berada di kubu pendukung Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet. Yorrys secara terbuka mengatakan menjadi tim sukses Bamsoet untuk maju sebagai calon ketua umum Golkar di munas mendatang. Adapun calon lainnya adalah inkumben, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

    Dalam pelbagai kesempatan sebelumnya, Bamsoet mengatakan akan berkomunikasi dengan Jokowi ihwal pencalonannya. Namun sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Bamsoet juga kerap bertemu Jokowi dalam forum-forum kenegaraan. Menurut Yorrys, dalam waktu dekat Bamsoet akan mendapat kepastian dari Jokowi ihwal kapan sebaiknya munas dilaksanakan.

    "Mudah-mudahan satu dua hari ini Pak Bambang akan mendapatkan informasi dari pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden kapan kesiapan beliau bisa menghadiri munas dan itu akan kami lakukan segera," kata Yorrys.

    Politikus yang sebelumnya mendukung Airlangga Hartarto menjadi ketua umum Golkar ini mengatakan, restu Istana juga menentukan pergantian ketua umum partainya selama kisruh yang terjadi sepanjang 2014 hingga saat ini. Dalam lima tahun terakhir, ketua umum Golkar sudah berganti tiga kali dari Aburizal Bakrie, Setya Novanto, lalu Airlangga Hartarto.

    Baca: Adu Kuat Bambang Soesatyo vs Airlangga Menjelang Munas Golkar

    "Apakah itu semua tidak ada restu? Pasti itu enggak bisa kami pungkiri karena kami ingin bersama-sama pemerintah. Pak Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan," ucap Yorrys.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.