Muncul Wacana Jokowi Pilih Menteri Milenial, 3 Nama Ini Mencuat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meninjau Terminal Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, Kamis, 4 Juli 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi meninjau Terminal Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, Kamis, 4 Juli 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    2. Bahlil Lahadalia

    Selain Nadiem, Shinta W. Kamdani juga menyebut nama Bahlil Lahadalia cocok masuk dalam kabinet sebagai bagian dari menteri muda. Apalagi, kata Shinta, Presiden Jokowi sempat menyebut nama Bahlil sebagai calon kuat. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Hipmi tersebut juga dinilai memiliki kompetensi.

    Baca: Setelah Politikus, Jokowi Undang Buzzer dan Influencer ke Istana

    Shinta pun menyebut, calon-calon menteri muda itu harus memiliki rekam jejak terkait keahlian yang sudah terbukti. Dia menyebut, apalagi saat ini banyak anak muda yang berkecimpung di sektor industri kreatif dan digital dan juga pendidikan. Dia melihat dua sektor ini butuh anak muda yang memiliki jiwa reformis dan dinamis.

    Saat memenuhi undangan buka bersama dengan pengurus Hipmi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Pusat, Ahad, 26 Mei 2019 lalu, Jokowi sempat menyinggung figur Bahlil yang cocok untuk menjadi menteri. "Saya lihat-lihat adinda Bahlil cocok jadi menteri. Dilihat dari samping, dilihat dari atas sampai bawah, cocok jadi menteri pinter membawa suasana," kata Jokowi.

    Bahlil merupakan pengusaha sukses yang memulai karir dari bawah. Pria yang besar di Papua ini pernah menjadi sopir angkot hingga kemudian bisa membuka usaha sendiri. Ketika kuliah, Bahlil aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sampai menduduki posisi puncak sebagai Bendahara Umum PB HMI.

    Baca: Genjot Pariwisata di Sulut, Jokowi: Nilai Investasi Banyak Banget

    Pada tahun 2003, namanya terdaftar di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke pengurus pusat. Kini, Bahlil berada di tampuk kepemimpinan Hipmi. Saat kampanye Pilpres 2019, Bahlil pun mengambil bagian sebagai Direktur Penggalangan Pemilih Muda di Tim Kampanye Nasional Jokowi – Ma’ruf Amin.

    3. Prananda Paloh

    Dari parpol, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johny Gerald Plate menyebut salah satu nama yang berpotensi adalah anak dari bosnya, Surya Paloh yakni Prananda Paloh. Anak Ketua Umum Partai Nasdem itu kini juga menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

    Baca: Pengamat: Jokowi Bisa Tempatkan Menteri Milenial di 3 Sektor Ini

    Meski begitu, Johny mengklaim partainya tidak dalam kapasitas mengajukan atau menyodorkan calon menteri. Dia mengatakan Nasdem menyerahkan pembentukan kabinet kepada Presiden Joko Widodo.

    "Kalau ditanya tokoh muda ya itu tadi tokoh muda. Tapi kami tidak mencalonkan, Presiden nanti yang mengambil tokoh-tokohnya," kata Johny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.